Memetik Ilmu dari Silaturahmi

Terik matahari terasa menyengat Ahad (25/11) siang itu. Terlihat dua bus putih melintas di bawah kemegahan gerbang biru PP An-Nur II Al-Murtadlo. Masing-masing membawa sekitar lima puuh orang. Mereka adalah rombongan dari jamaah masjid Nur Fadhilah Sidoarjo.

 

Mulai berangkat sekitar jam enam pagi, mereka sempat berkunjung ke salah satu pondok pesantren Al-Qur’an di Singosari. Lalu, melanjutkan perjalanan ke PP An-Nur II Al-Murtadlo. “Kami memilih pondok pesantren ini karena di sini terkenal punya menejemen yang baik, para pengasuh dan pengurusnya masih muda,” ujar Ust. Ali Ridho, selaku ketua ta’mir masjid Nur Fadhilah.

 

Kunjungan ini merupakan agenda tahunan masjid Nur Fadhilah. Dengan kunjungan ini Ust. Ridho berkeinginan untuk bersilaturahmi ke pondok-pondok pesantren. “Juga ingin mendapat barokah dari para kiai”, imbuhnya.

 

Selain itu, lanjut pria 54 tahun ini, kunjungannya bersama jamaah juga untuk memetik ilmu dari pondok-pondok pesantren. Karena pondok pesantren merupakan gudangnya ilmu. Dalam jamaah itu juga terdapat beberapa TPQ agar mereka bisa mempelajari program mengjar di Lembaga lain, khususnya yang ada di pondok pesantren.

 

“Kami berharap setelah kunjungan ini mendapat ilmu yang manfaat dan barokah”, imbuh pria asli Sidoarjo itu.

 

*Mencintai Rasul SAW dengan Mengenalnya*

 

Bagaimana kita bisa mengaku cinta Rasul kalau tidak mengenal sosok beliau? Di bulan kelahiran Sang Nabi ini, patutlah dijadikan sebagai momen untuk mempelajari dan meneladan perilaku beliau.

 

Dalam sambutannya, Kiai Zainuddin menceritakan tentang beberapa mukjizat Nabi Muhammad SAW. “Rasulullah itu punya mukjizat yang banyak sekali” terang beliau. Begitu banyaknya, beliau mengutip dari salah satu kitab sirah Nabi, kalau dihitung, seperti menghitung jumlah bintang di langit. “Bintang di langit itu di sana ada, di sana masih ada lagi” jelas beliau kembali.

 

Selain itu, Kiai Zainuddin juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling mulia. Dikisahkan bahwa Nabi Musa pernah ingin bertemu dengan Allah SWT. Beliau pun pergi ke Bukit Tursina. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, bahwa Allah memerintah Nabi Musa untuk melepaskan sandalnya.

 

Namun melihat kisah Isra’ Mi’raj, Rasul tidak diperintah untuk melepas sandalnya ketika naik ke Sidratul Muntaha. Ini menunjukkan kemuliaan beliau sebagai rasul. “Sandalnya saja sangat mulia apalagi yang punya sandal,” terang Kiai Zainuddin sebelum menutup sambutannya.

 

*Meraih Ilmu Manfaat dengan Menghorati Guru*

 

Saat itu, rombongan disambut Kiai Ahmad Zainuddin. Karena sedang melaksanakn ibadah umrah, Dr. KH. Fathul Bari tidak dapat turut menyambut jamaah tersebut. Namun melalui telewicara, KH Fathul berkesempatan untk menyampaikan sambutan dan beberapa nasihat.

 

“Pertama saya mohon maaf tidak bisa menemui jamaah Masjid Nur Fadlilah, karena saya sedang berada di Makkah melaksanakan ibadah umroh”, ungkap Kiai Fathul mengawali sambutannya.

 

Beliau melanjutkan, hari ini, 25 November, bertepatan dengan hari guru. Memang guru bukan lah orang hebat. Tapi, semua orang menjadi hebat berkat jasa guru. Jadi, guru merupakan oranng yang sangat penting.

 

“Guru merupakan oranng yang berjasa mendidik moral dan spiritual. Oleh karena itu, islam sangat memuliakan guru”, imbuh beliau. “Bahkan dalam suatu hadits mengatakan, semua makhluk itu mendoakan orang-orang yang mengajarkan ilmu.”

 

Dikisahkan, Imam Ahmad bin Hambal merupakan ulama’ besar di zamannya. Belliau merupakan murid dari imam syafi’i. Beliau menjadi ulama’ besar bukan hanya karena semangat belajarnya yang tinggi, selebihnya karena beliau sangat memuliakan guru.

 

Dalam Manaqib Imam Syafi’I (kitab riwayat Imam Syafi’i) diterangkan tentang bentuk memuliakannya Imam Hambal ke imam Syafi’i. Bahkan Imam Hambal dengan istiqomah mendo’akan Imam Syafi’I dalam sholatnya selama empat puluh tahun.

 

“Tak heran jika Imam ahmad bin Hambal memiliki kedudukan yang mulia. Sebab beliau sangat memuliakan guru”, tutup KH. Fathul.

 

(Mumianam/MFIH/Media-Tech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: