Membaca Al-Qur’an itu Manis

“Mencari ilmu adalah kefarduan bagi setiap orang muslim.”

Setiap umat Islam wajib untuk mencari ilmu. Karena tanpa ilmu kita tidak dapat mencapai tujuan tertentu. Artinya, ilmu adalah sesuatu yang menambahkan ketakwaan dan menambahkan keagungan Allah. Di sini adalah definisi dari ‘Ilmu’ dari segi agama. Jika ada ilmu yang menjauhkan kita dari Allah, maka itu bukan ilmu yang bermanfaat.

Ilmu itu banyak sekali. Dalam bagian ini, ilmu di bagi menjadi dua, yaitu ilmu yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat yaitu dapat memberi sesuatu kemanfaatan bagi orang lain dan menambah ketakwaan. Sementara ilmu tidak manfaat sebaliknya.

Ketika membaca Al-Qur’an, sepatutnya meminta pertolongan kepada Allah dari setan-setan yang terkutuk. Artinya, ketika membaca Al-Qur’an sebaiknya berniat meminta perlindungan atau pertolongan dari Allah agar kita tidak tergoda dari tipu-tipuan setan yang jahat.

Mengapa harus berniat meminta pertolongan? Agar keutamaan dari membaca Al-Qur’an tidak rusak karena perkara-perkara lain. Yakni sesuatu niatan yang buruk ketika membaca Al-Qur’an seperti pamer, sombong dan sebagainya. Karena itu, kita senantiasa sesering mungkin membaca Al-Qur’an yang dapat mengubah seseorang. Orang yang hina dan kemudian membaca Al-Qur’an terus-menerus, dia dapat menjadi orang yang mulia.

Dari samping itu juga, ada juga keistimewaan dari membaca Al-Qur’an. Saat membaca Al-Qur’an kita merasakan ada cairan yang terasa ada manis. Membaca Al-Qur’an terasa seperti meneguk madu. Orang yang konsisten membaca Al-Qur’an, dapat merasakan keistimewaan Al-Qur’an yang berupa manis seperti madu.

Suratul Ghina, surah Waqiah. Dinamakan surah kekayaan sebab siapa yang membaca Surah Waqiah, Allah akan meluaskan rezekinya. Bagi yang membaca surah Waqiah, pasti akan diluaskan rezekinya. Ada hadis yang menjelaskan tentang keistimewaan Surah Waqi’ah. Dari Abdullah Ibnu Mas’ud meriwayatkan satu hadis, Nabi Muhammad bersabda, “Siapa yang membaca Waqi’ah setiap malam, maka tidak akan kefakiran.” Jadi, jika kita membaca surah tersebut setiap malam hari dan dilakukan secara istikamah, pasti tidak akan menjadi fakir.

(Hafis Ilham Yazid/Lingkar Pesantren)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II