Mekanisme Penjemputan Santri, Mulai Pembatasan Akses Sampai Sterilisasi

Mekanisme Penjemputan Santri, Mulai Pembatasan Akses Sampai Sterilisasi

Mekanisme Penjemputan Santri, Mulai Pembatasan Akses Sampai Sterilisasi 

Hari ini, 28 Maret 2020 adalah batas akhir pemulangan santri putri, baik dari daerah Malang maupun daerah lain. Sedang untuk santri putra, pagi ini memberangkatkan dua rombongan santri. Rombongan pertama, yang berangkat terlebih dahulu, memulangkan santri asal Blitar, Kediri, dan Tulungagung. 

Rombongan bus santri putra kedua, mengantar para santri asal Semarang, Purbalingga sampai Jakarta dan sekitarnya. Di Semarang, santri-santri akan diturunkan di dekat pintu tol Gayam Sari. Sedang di Jakarta dan sekitarnya, santri diturunkan di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur. Di kedua titik tersebut, wali santri wajib menjemput. 

Santri-santri yang berasal dari daerah Malang pun wajib dijemput oleh orang tua. Santri tidak diperbolehkan pulang sendiri, karena dikawatirkan dapat tertular wabah virus Corona di perjalanan pulang. 

Wali santri sendiri yang ingin menjemput putrinya, diharuskan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pondok pesantren. Hal ini bertujuan untuk mematahui peraturan pemerintah yang melarang adanya kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Dengan mekanisme yang telah ditetapkan, diharapkan dapat mencegah penularan. 

Jalur laju kendaraan pun diatur supaya tidak terjadi kemacetan jalan raya. Pertama, wali santri diperbolehkan masuk kawasan pondok pesantren melalui gerbang biru. Di gerbang utama tersebut, kendaraan yang lewat diinjeksi disinfektan terlebih dahulu. Proses pensterilan ini dilakukan guna memastikan kendaraan yang masuk bersih dari virus. Selain itu, penjemput diwajibkan memakai masker. 

Setelah itu, kendaraan diarahkan ke area lapangan utama. Selanjutnya secara bergantian, dengan batas 10 mobil dan 10 motor, kendaraan diarahkan ke pondok putri. Karena wali santri dilarang ke kamar untuk menemui putrinya, maka terlebih dahulu santri-santri yang akan pulang telah bersiap di depan area pondok putri. Lantas setelah itu kendaraan keluar melalui gerbang Pondok Putri. 

Untuk menghindari berkumpulnya terlalu banyak orang, pondok pesantren mengatur jadwal penjemputan. Untuk santri di tingkat SMP jadwal penjemputan mulai pukul 07.00 sampai pukul 11.00. Sedang untuk santri putri tingkat SMA dapat dijemput pukul 13.00 sampai pukul 17.00. 

Adanya tahap pemulangan santri bertujuan untuk menghindari keramaian yang berpotensi adanya penyebaran virus. Namun sampai saat ini, tidak satu pun santri Pondok Pesantren An-Nur II yang berstatus ODP (orang dalam pantauan) maupun PDP (pasien dalam pantauan), terlebih positif mengidap virus Carona.   

(Mediatech An-Nur II)

Baca juga  URGEN: Rapid Test Adalah Skrinning, Bukan Diagnosis Pasti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: