MAN 2 Mataram: Studi Tiru, Menimba Program Baru

“Satu kata, incredible. Luar biasa. Luar biasa. Sangat luar biasa. Dari segi bangunan, dari segi program, dari segi para santri luar biasa. Sangat luar biasa. Pokoknya An-Nur is the best.”  Kesan Bapak Muhrim, M.Pd.I., Wakil Kepala Madrasah bagian asrama dan keagamaan, dalam kunjungan MAN 2 Mataram ke Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” pada Kamis, 26 Oktober 2023. Studi tiru untuk mempelajari program-program unggulan An-Nur II sebagai referensi rancangan baru di MAN 2 Mataram.

“Tujuan datang ke sini adalah untuk studi tiru, untuk mencontek dan melihat bagaimana program-program unggulan daripada Pondok Pesantren An-Nur yang kami akan terapkan.” Ucap Bapak Muhrim. Selain itu, ia juga mengungkapkan tujuan keduanya ialah ukhuwah taklimiyah,  “Meningkatkan bagaimana hubungan persaudaraan keilmuan kita dan menambah wawasan untuk meningkatkan kompetensi daripada peserta didik kami atau santri kami.”

Kedatangan mereka membawa prinsip ATM: Ambil, tiru, dan Modifikasi. “Apa program-program yang belum ada di Kami dan ada di An-Nur itu kita akan ambil dan kita modifikasi sedemikian rupa, sehingga itu akan menjadi program baru di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan.” Jelas Bapak Muhrim.

Rombongan MAN 2 Mataram tiba di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II pada pukul 11.45. Rombongan berjumlah 36 orang dengan rincian 5 pendamping, 10 santri putra dan 21 santri putri. Panitia pun menggiring mereka menuju Masjid Utama An-Nur II dan melaksanakan salat Zuhur berjemaah. Setelah itu, mereka menuju makam pengasuh pertama Pondok An-Nur II Almaghfurlah KH. Muhammad Badruddin Anwar untuk melaksanakan pembacaan tahlil bersama.

Usai pembacaan tahlil, panitia menggiring rombongan ke Pendopo Al-Badari lantai satu. Panitia pun memutar beberapa video profil An-Nur II di televisi besar yang terpampang di dinding ruangan sambil menunggu pengasuh utama, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag.

Selang beberapa waktu, Kiai Fathul Bari memasuki ruangan. MC (Master of Ceremony) membuka sesi acara dengan pembacaan surah Al-Fatihah.

Beberapa Tentang An-Nur II

Kiai Fathul menceritakan pendirian dan pengembangan Pondok Pesantren An-Nur II. mulai dari penjelasan Harlah, bangunan pertama, Matla’il Anwar yang berada di sebelah Masjid An-Nur II (dulu masih musala), hingga Masjid itu sendiri. Beliau juga menjelaskan bahwa dulu An-Nur II mendirikan Madrasah Tsanawiyah, Madrasar Aliyah, lalu berganti ke SMA, SMP, dan MI (Madrasah Ibtidaiyah).

“Kemudian ada permintaan dari masyarakat biar ada perguruan tinggi,” tambah beliau. Perguruan tinggi tersebut ialah STIKK (Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning), Ma’had Aly, dan STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) KH. M. Badruddin Anwar.

Kiai Fathul Bari menjelaskan bahwa semua itu untuk melayani masyarakat. “ Kita kalau membantu orang lain, Insya Allah, Allah akan membantu kita. Itu prinsip yang kita pegang,” jelas beliau. Kemudian beliau menceritakan bahwa An-Nur II dulu hanya memiliki sembilan santri dan sekarang mencapai ribuan santri, “Dulu yang santrinya sembilan saja, sekarang kelas satu saja sampai seribu santri.”

Sambutan Ketua Rombongan

Usai Kiai Fathul Bari menyampaikan sambutan, Bapak Muhrim sebagai ketua rombongan memberikan sambutan kedua. Di awal sambutan, ia mengungkapkan, “Pak Kiai, Dr. Kiai Fathul Bari ini luar biasa. Sudah doktor, juga kiai.”

Selanjutnya Bapak Muhrim memperkenalkan dewan pembimbing yang ikut studi tiru ini. Ia juga menjelaskan bahwa santri-santriwati yang ikut studi tiru ini mendapat beasiswa. “Mereka diberikan beasiswa setiap bulan tujuh ratus ribu,” jelasnya. Ia juga menjelaskan prinsip yang mereka pegang yaitu ATM (Ambil, Tiru, Modifikasi).

Setelah itu, sesi acara berpindah ke penyampaian materi tentang Pondok Pesantren An-Nur II oleh kepala kantor pondok Ustaz Muhyiddin Farkhi. Ia menjelaskannya sambil menampilkan slide PDF dari buku Ta’aruf ila Ma’had An-Nur II di televisi. Beliau menerangkan mulai dari profil, bangunan, jadwal, kegiatan kemasyarakatan, dan lain-lain.

Usai presentasi materi, salah satu pendamping bertanya tentang filosofi dari An-Nur II. Ustaz Farkhi menjelaskan filosofi tersebut sambil menampilkan halaman Filosofi Logo An-Nur II dan nama An-Nur II “Al-Murtadlo”. Acara terakhir yaitu penutup dengan doa. Kemudian lanjut dengan ramah tamah.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex