MALAM NISYFU SYA’BAN DAN BURDAH KELILING.

MALAM NISYFU SYA’BAN DAN BURDAH KELILING.

Dahulu kala ada seorang Pemuda yang memiliki ilmu kanuragan tanpa tanding. Setelah selesai mengaji memperdalam ilmu dipondok pesantren akhirnya berhijrah dan berdakwah disuatu tempat. Dimana jagoan-jagoan pendekar penduduk itu tidak menghendaki adanya seorang kyai atau tokoh agama.
Kyai yang tawadlu dan jagoan pilih tanding ini tidak serta merta menunjukkan ilmunya. Biasa, pendekar sejati tidak mengumbar ilmunya kemana mana. Justru bertanding pada kroco-kroco adalah sebuah penistaan terhadap ilmu itu sendiri.

Burdah keliling

Pernah pula beliau ditengah jalan dihadang diludahi dan di kalungi clurit dan diancam supaya tidak mengajar ngaji di tempat itu. Meski sering mendapatkan perlakuan keras beliau tetap tidak bereaksi keras. Padahal teman teman sejawat beliau mengetahui bahwa beliau menguasai ilmu bela diri diatas rata-rata santri zaman itu.

Hingga datang suatu masa di tempat itu pagebluk semacam wabah menjangkiti penduduk desa. Sampai yang meninggal banyak sekali. Dan para pembesarnya kelabakan bagaimana menanggulangi hal itu.
Hingga datang suatu mimpi dari para tokoh bahwa wabah itu akan selesai kuncinya ada pada seorang kyai yang sering dinista dan dihinakan. Anehnya para tokoh dan pembesar bermimpi hal yang sama.

Setelah itu masyarakat berbondong-bondong sowan. Untuk meminta maaf atas perlakuan yang tidak pantas dan menghina.
Kemudian sang Kyai itu mengijazahkan Wirid Burdah dengan Kaifiyah berikut ini.

Kisah ini saya dapatkan dari KH. Tajul Mafakhir Probolinggo yang merupakan putra dari Sang Tokoh tersebut;Beliau adalah KH. Usman Al Ishaqi, yang juga merupakan Ayah dari KH. Asrori Kedinding Khodimul Majlis Dzikir Al Khidmah Surabaya.
Kepada keduanya kita haturkan bacaan Al Fatehah…

Dan bertepatan malam Nisyfu Sya’ban, insyAllah jatuh pada hari Rabo malam Kamis 8 April 2020.
Saya dan bersama segenap para santri yang tidak pulang. Kira-kira ada anak 10 ikhtiyar memohon doa kepada Allah di malam yang mustajab ini agar supaya virus corona segera pergi dari malang khususnya dan dari indonesia dan warga dunia umumnya. Dengan membaca doa-doa istighosah dan bacaan burdah yang sudah diijazahkan ini.

Semoga covid 19 berlalu, dan nantu memasuki bulan ramadhan dalam keadaan aman nyaman dan tentunya kumandang-kumandang suara tartil, pujian-pujian dan sholat taraweh bisa dilaksanakan seperti semula.

Salam Takdzim
Zainuddin Bad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: