Mahasiswa “Pulau Garam” Mengulik Sistem Pembelajaran Pesantren Wisata

“Semoga perkenalan hari ini bisa menjadi perkenalan yang terus berlanjut dalam menegakkan kalimat tauhid.” Ujar Nyai Hj. Latifah dalam sambutannya tatkala menjamu mahasiswa peserta studi banding dari IAI Nazhatut Thullab.

Rabu, 28 Desember 2022, tepatnya puku 07.45 WIB sebuah mobil elf berhenti di depan asrama Kamar A Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo. Mobil tersebut memuat 21 penumpang, 15 mahasiswa dan 6 dosen jurusan Management dari Institut Agama Islam Nazhatut Thullab, Sampang, Madura yang akan melaksanakan kegiatan studi banding.

Setelah keluar dari mobil para peserta studi banding dari “Pulau Garam” ini langsung menuju wisma tamu untuk beristirahat sejenak sambil bersiap. Pukul 08.15 seluruh rombongan bertolak menuju Raudlah (pesarean) KH. M. Badruddin Anwar, pengasuh pertama An-Nur II. Ketua rombongan memimpin pembacaan yasin dan tahlil.

Selepas membaca yasin dan tahlil rombongan kembali bergerak menuju Ndalem Putri untuk sowan kepada Nyai Hj. Lathifah. Sambil menunggu kedatangan beliau para rombongan menonton vidio profil di layar TV. Baru setelah Nyai Hj. Lathifah datang para peserta studi banding melakukan perkenalan singkat secara bergiliran. Selanjutnya Nyai Lathifah menyampaikan sambutan.

Peserta Studi Banding Sowan kepada Nyai Hj. Lathifah di Ndalem Putri

Perkenalan, “Kolaborasi” hingga Tafaa’ulan

Selain mengucapkan selamat datang dan meminta maaf seandainya dalam penyambutan terdapat kekurangan, Nyai Hj. Lathifah juga menyampaikan harapan beliau. “Semoga perkenalan hari ini bisa menjadi perkenalan yang terus berlanjut dalam menegakkan kalimat tauhid.” Tutur beliau dalam sambutannya. Beliau juga menyampaikan, “Kalau mau cari jodoh, kolaborasi madura-jawa juga boleh.” yang berhasil memecah gelak tawa peserta studi banding.

Mikrofon beralih ke dosen IAI Nazhatut Thullab sekaligus ketua rombongan, Bapak Munif. Beliau juga kebagian kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Bapak Munif menyampaikan terima kasih karena sudah diistimewakan oleh An-Nur II. “Terima kasih atas sambutan yang telah diberikan, kami merasa diistimewakan meskipun kami bukan orang yang istimewa.” Tutur bapak Munif.

Kiai Husni Mubarok mengakhiri acara sowan pagi itu dengan doa. Setelah foto bersama, para rombongan bertolak menuju SMA An-Nur untuk menerima materi dari staf SMA An-Nur.

Sesampainya di SMA An-Nur para peserta studi banding langsung diarahkan menuju Laboratorium Kimia guna mengikuti sesi “Dialog” dengan para Kepala Urusan (KAUR) SMA An-Nur. Dalam sesi ini para mahasiswa yang sudah terbagi menjadi 4 kelompok bisa saling bertukar informasi dengan KAUR, sesuai dengan pembagian yang terlah terbentuk.

Sekitar 45 menit, para mahasiswa berusaha mengorek sedalam mungkin materi yang bisa mereka gunakan sebagai bahan membuat skripsi. Setelah itu rombongan berfoto bersama para KAUR kemudian kembali menuju wisma tamu untuk ISOMA.

Selepas salat zuhur, tepatnya pukul 13.50 WIB, rombongan menuju Pendopo Al-Badari untuk sowan sekaligus pamit kepada Dr KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag.. Dalam sesi sowan kali itu Kiai Fathul berharap semoga kedatangan IAI Nazhatut Thullab mampu memberikan keberkahan bagi pendidikan di An-Nur II sehingga pembentukan STAI Badruddin yang sudah lama terencana bisa segera tercapai. “Kita juga mau mendirikan STAI, tafaulan kepada IAI Nazhatut Thullab, semoga dengan kedatangannya STAI di An-Nur II segera terbentuk.” Tutur Kiai Fathul.

Acara kemudian berlanjut meuju sesi tanya jawab dari para mahasiswa kepada pengurus Pondok Pesantren An-Nur II, yang diwakili oleh Ust. Farkhi selaku Kepala Kantor An-Nur II, dan Ust. Faizuddin selaku Ma’hadiyah An-Nur II. Di akhir sowan, pihak IAI Nazhatut Thullab dan AN-Nur II saling bertukar cindera mata. Para peserta studi banding kemudian berfoto bersama pengasuh dan pengurus Pondok Pesantren An-Nur II.

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU