<strong>Magfirat Allah untuk Menutupi Dosa</strong>

Magfirat Allah untuk Menutupi Dosa

Perkara di dunia ini tidak ada yang hilang. Mungkin, perkara itu lagi tertutup sehingga tidak ada yang tahu keberadaannya. Dosa juga begitu, dosa manusia tidak hilang, cuma Allah menutupinya dengan magfirat milik Allah.

Magfirat itu-menurut Imam Al-Ghazali-maknanya bukan hanya sekedar mengampuni dosa, karena arti aslinya ialah menutupi. Allah Swt menutup dosa hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat.

Ini menandakan dosa manusia tidak hilang begitu saja setelah manusia meminta ampunan, tapi Allah menyembunyikannya. Apabila manusia yang menyimpan, suatu saat akan ketahuan. Namun bila Allah yang menyembunyikan, hasilnya berbeda, karena Allah yang menghisab amal.

Di dunia ini, manusia terlihat baik bukan karena dirinya memang baik, tapi karena Allah menutup aib dan kesalahannya. Seumpama Allah tidak ingin melakukannya, manusia akan terlihat buruk. Sebab dosa-dosa mereka tampak.

Jika dosa itu memiliki wujud tahi lalat, masih kah manusia memiliki kulit yang mulus. Allah dengan rahmat-Nya menutup dosa manusia dan tidak memvisualisasinya dalam bentuk apapun. Lalu atas dasar apa manusia bertindak sombong?

Dosa itu seperti organ dalam manusia dan magfirat Allah adalah kulitnya. Manusia yang memilki wajah cantik, apakah tetap cantik jika kulitnya terbuka? Menampakkan dagingnya yang merah dan darah. Bukan cantik kalau begitu, wanita tanpa kulit horor kesannya.

Apabila Allah tidak menutup dosa manusia, manusia akan terlihat menjijikkan dan mungkin terkesan horor. Namun, karena magfirat-Nya, manusia masih bisa menjaga image di depan publik.

Hati, Tempat Menyimpan Perasaan buruk

Tempat yang membuat keburukan manusia tidak tampak atau tempat menyimpan sifat jelek adalah hati. Batin manusia mempunyai banyak hal buru, suuzan, iri, dan lain-lain. Allah menciptakan hati agar kelakuan buruk manusia tidak terekspos ke luar.

Tatakala hati tidak ada, di mana manusia akan menyimpan perasaan batinnya yang buruk. Tidak ada. Maka, ketika manusia berprasangka buruk, orang-orang di sekelilingnya bisa langsung tahu.

Adanya hati bisa membuat manusia tersenyum di hadapan orang yang ia benci. Padahal ketika saling bertemu, sebenarnya di hatinya tertera seribu makian yang ingin ia lontarkan. Akan tetapi siapa yang bisa mengerti hatinya kecuali Allah dan manusia itu sendiri.

Sungguh baik sekali Allah membuatkan hati untuk manusia. Jika tidak, saat manusia saling bertemu, pasti ada perkelahian. Lantaran hati tempat menyimpan perasaan buruk tidak ada sehingga dosanya bisa langsung terekspos.

Bertaubat agar Allah Memberi Magfirat-Nya

Allah akan menutupi dosa manusia bila mereka mau dan melaksanakan taubat. Taubat, meminta pengampunan kepada Allah atas maksiat yang telah dilakukan. Cara bertaubat gampang sekali.

Rumus bertaubat adalah INA (Iqla’, Nadm, Azm). Hanya dengan melakuakan tiga hal tersebut, pelaksanaan prosesi taubat sudah terbilang sukses.

Iqla’ ialah manusia melepas dirinya dari maksiat yang ia kerjakan. Semisal ia berzina. Berarti tinggalkan dulu perbuatan itu. Kalau masih dalam keadaan berzina mengucap istigfar, bukan taubat namanya, tapi menghina.

Nadm adalah menyesali perbuatannya. Setelah manusia keluar dari maksiatnya, ia harus menyesal. Setelah berbuat dosa malah merasa bangga dan pamer ke teman, bukan taubat namanya.

Azm merupakan niatan manusia atau tekad untuk tidak mengulangi dosanya. Tekad yang sesungguhnya, bukan karena uangnya habis sehingga tidak bisa memesan pelacur baru bertaubat. Kalau seperti itu, bukan taubat namanya.

Jika manusia bertaubat, mereka wajib optimis. Percaya diri bahwa Allah akan menerima taubatnya dan mengampuni dosanya.

Bersumber dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda bahwa Allah pernah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِي.ْ يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ

Artinya: “Wahai anak Adam, sesungguhnya selama Engkau berdoa dan berharap hanya kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosa-dosa yang Engkau lakukan. Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosamu setinggi langit, kemudian Engkau meminta ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu. Aku tidak peduli.”

Begitu besar ampunan Allah untuk hamba-Nya. Meski dosanya sampai langit, Allah akan tetap memaafkan. Jadi tidak alasan untuk tidak optimis.

Sekarang, andai ada manusia yang tidak mau bertaubat karena takut akan mengulangi perbuatan buruknya, apa yang harus ia lakukan? Tetap bertaubat. Jika di suatu hari ia mengulangi dosanya, taubat lagi dan begitu seterusnya.

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin tertera di sana, bahwa Rasulullah bersabda:

إن الله لا يمل من المغفرة حتى يمل العبد من الاستغفار

“Sesungguhnya Allah tidak akan bosan memberi magfirat-Nyahingga seorang hamba bosan dengan memohon ampunan kepada-Nya.”

Sebagai hamba, mari senantiasa meminta magfirat Allah Swt agar dosa-dosa selama hidup ini bisa tertutupi. Sebab yang bisa menutup dosa dengan rapat hanyalah Allah Swt. Selain-Nya sebenarnya bisa menyimpan dosa, tapi pasti akan terbongkar. Oleh karenanya jangan terputus asa untuk meminta ampunan.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex