Maafkanlah!

Maafkanlah!, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda:

وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

“Dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah melainkan diangkat oleh Allah.” [HR. Muslim]

Catatan Alvers (AlMurtadlo Lovers):

Terkadang kita harus memaafkan seseorang bukan karena kita lemah. Namun, karena kita menyadari bahwa semua orang dapat melakukan kesalahan, termasuk diri kita sendiri. Memaafkan, tidak harus melupakan kesalahan. Akan tetapi, ketahuilah, kita tidak akan bisa melupakan sebuah kesalahan kalau kita tidak memaafkan kesalahan tersebut. Betapa indahnya nuansa maaf-memaafkan, sehingga Allah pun memerintahkan kita untuk saling memaafkan:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

“Maafkanlah dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh!” [QS Al-A’raf : 199]

Janganlah ragu untuk memaafkan suatu perkara! Karena perbuatan memaafkan, bukanlah pekerjaan yang hina. Bahkan sebaliknya, dengan memaafkan kita akan lebih mulia, karena Allah akan memuliakan laksana ayatnya yang terpapar di atas.

Terdapat sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Mereka bertengkar di tengah-tengah perjalanan. Salah satu dari mereka pun menampar temannya. Alhasil, orang yang kena tampar merasa sakit hati. Namun, tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: “Hari ini, sahabat terbaikku menampar pipiku.”

Tak lama kemudian, mereka terus melanjutkan perjalanan. Sampai suatu ketika, kedua orang tersebut menemukan sebuah oasis di tengah gurun. Kedua-duanya pun memutuskan untuk mandi di oasis tersebut.

Orang yang tadinya pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba merenangi oasis tersebut. Tapi, di tengah renangannya, ia nyaris tenggelam. Tanpa disangka, sahabatnya yang bersamanya langsung menolongnya hingga ia berhasil selamat.

Tak berselang lama setelah itu, ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia mengukir di atas sebuah batu. “Hari ini, sahabat terbaik ku menyelamatkan nyawaku.” Setelah itu, orang yang menolong dan menamparnya tadi bertanya, “Kenapa ketika aku melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, sedangkan ketika aku menolongmu kau menuliskannya di batu ?”

Sambil tersenyum, temannya pun menjawab lirih. “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus lalu menghapus tulisan tersebut. Sebaliknya, bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu yang diibaratkan adalah hati kita, agar tulisan itu tidak bisa hilang tertiup angin.” Dalam hidup ini, sering terjadi beda pendapat dan konflik dengan teman atau saudara karena sudut pandang yang berbeda-beda. Maka biasakanlah untuk memaafkan dan melupakan hal yang lara di hati.  Kemudian, belajarlah untuk menuliskannya di atas pasir.

Harun Yahya mengemukakan suatu simpulan, menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa orang-orang yang mampu memaafkan suatu perkara, kondisi kesehatannya akan lebih baik dari segi jiwa maupun raga. Orang-orang yang telah diteliti tersebut menyatakan, bahwa penderitaan mereka serasa berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka.

Penelitian tersebut menunjukkan, bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniah, namun juga jasmaniah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan (gangguan pada pikiran dan hati) dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress (tekanan jiwa), susah tidur, dan sakit perut sangatlah berkurang pada diri orang-orang yang sering memaafkan ini.

Inilah bukti konkret,  bahwa ajaran Al-Quran adalah sebaik-baiknya suri teladan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw tentang sikap maaf-memaafkan. Disamping mampu menambah kemuliaan seseorang, sikap mudah memaafkan akan menambah kesehatan baik dari segi jasmani maupun maupun rohani dalam diri seseorang. Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan pikiran kita agar dapat mudah memaafkan suatu perkara sehingga Allah senantiasa menambah kemuliaan kita di dunia maupun di akhirat.

Home
PSB
Search
Galeri
KONTAK
%d blogger menyukai ini: