LBM Se-Malang Raya, An-Nur II dan LBM PCNU Beraliansi

An-Nur II dan LBM PCNU Beraliansi

LBM (Lajnah Bahstu Masail) Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” membentuk kerja sama dengan LBM PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) Malang. Pada Senin, 25 Juli 2023, mereka melaksanakan rapat di gedung kantor pusat Pondok Pesantren lantai dua.

Pondok An-Nur II baru mendirikan LBM An-Nur II pada Sabtu, 22 Juli 2023. “LBM An-Nur II baru saja lahir, baru dua hari ini,” tutur KH. Nidhom Subkhi, dosen Ma’had ‘Aly dan ketua LBM An-Nur II saat rapat koordinasi tanggal 25 Juli. Latar belakang terbentuknya LBM ini pun bersumber dari kegelisahan santri dan alumni Pondok An-Nur II. 

“Latar belakang terbentuknya LBM An-Nur II adalah ada beberapa kegelisahan dari kami, santri, pengurus, alumni-alumni, yang di Pondok Pesantren,” ucap Ustaz Tuhandi, perwakilan mahasantri An-Nur II. 

Kegelisahan tersebut karena saat ada musyawarah tidak ada yang menaungi, hanya per jenjang santri atau mahasantri, akibatnya tidak konsisten. “Sayangnya tidak ada yang menaungi sehingga kadang kembang kadang kempis, kadang hidup kadang mati,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kiai Nidhom berharap LBM An-Nur II ini bisa membawa pondok bahkan kabupaten Malang seperti daerah-daerah lain seperti Kediri dengan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Guna menggapai tujuan itu, LBM An-Nur II bekerja sama dengan LBM PCNU Malang. 

Kiai Nidhom mengatakan, “Mudah-mudahan pada kesempatan ini dapat memberikan hasil, terutama dalam kerja sama LBM PC dengan LBM An-Nur II dalam rangka Harlah An-Nur II.”

LBM An-Nur II Se-Malang Raya

Dalam rapat koordinasi, Ustaz Muhammad Mansur mempresentasikan konsep lajnahnya dalam rangka Harlah An-Nur II “Al-Murtadlo” ke-44. Nama lajnah ini nantinya ialah “Bahtsu Masail Pesantren Se-Malang Raya” dan mengusung tema “Meneguhkan Eksistensi LBM di Bumi Arema”. 

Rencananya, LBM An-Nur II ini terjadwal pada Rabu, 23 Agustus 2023 menjelang Harlah An-Nur II pada Sabtu, 26 Agustus 2023. LBM ini bertempat di Masjid Pondok Pesantren An-Nur II. Lajnah mulai pukul 06.00 – 16.00 WIB pada hari itu yang terbagi menjadi dua jalsah

Musyawir LBM An-Nur II meliputi santri aktif pesantren termasuk santri diniah, mahasantri, hingga pengurus, alumni IKSAN (Ikatan Santri Alumni An-Nur II), pondok pesantren se-Malang Raya, dan pengurus LBM PC/MWC NU Malang. 

Selanjutnya, Ustaz Tuhandi mempresentasikan terkait kerja sama LBM An-Nur II dengan LBM PCNU Malang. Ia menjelaskan visi dan misi, pembagian divisi, dan jalsah. Tak hanya itu, ia juga menerangkan empat bentuk kerja sama atau khidmat LBM An-Nur II: madrasah, kodifikasi (pencatatan) hasil musyawarah, pendelegasian bahtsu masail, dan menjadi cikal bakal terbentuknya FMPP (Forum Masyarakat Peduli Pendidikan) Malang Raya. Setelah itu, seluruh hadirin menuju sesi rapat koordinasi membahas semua hal yang berkaitan dengan LBM ini. 

Ketika itu, Gus Zubaidi mengharapkan LBM An-Nur II tidak hanya tetap di An-Nur II saja tapi juga menular seluruh Malang Raya. Ia pun berharap kesigapan An-Nur II tidak hanya pada LBM saja tapi berjalan seterusnya. 

Setelah rapat selesai, Gus Muhammad Mihron Zubaidi selaku Ketua PC LBMNU Malang memberikan kesan, “Saya kira program-program yang telah diutarakan Pondok Pesantren An-Nur sudah sesuai dengan program-program kami.” 

Pada akhir rapat, Gus Zubaidi bertanya, “Jadi, misal ada LBM PWNU atau PBNU, An-Nur siap nggeh?”

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU