LBM Pertama Hasil Kolaborasi An-Nur II dengan LBM PCNU Malang

Usai membentuk organisasi LBM (Lajnah Bahtsu Masail), rencana Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” untuk mengadakan LBM Pondok Pesantren dan NU Se-Malang Raya dalam rangka Memperingati Harlah Ke-44 Pondok Pesantren An-Nur II akhirnya terlaksana pada Rabu, 23 Agustus 2023.

Acara ini bertempat di Masjid Utama Pondok An-Nur II dengan musyawirin dari 36 pondok pesantren dan 39 lembaga LBM MWC NU se-Malang Raya, universitas, IKSAN, dan instansi internal Pondok An-Nur II.

Sambutan pertama dari Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Beliau menyampaikan selamat datang kepada para perumus, mushahih, dan musyawirin yang telah hadir. Kemudian beliau menyampaikan, “Semoga acara ini bisa menumbuhkan semangat bagi kita semua dalam menggali ilmu agama.”

Selanjutnya sambutan dari Ketua PC LBM NU Malang Gus Muhammad Mihron Zubaidi. Awal sambutan, beliau memberitahu, “Perjalanan daripada agenda bahtsu masail pada pagi hari ini berawal dari koordinasi teman-teman An-Nur II dan Pimpinan Cabang Lembaga Bahtsul Masail (PC LBM) Kabupaten Malang.”

Setelah itu menuju inti acara yaitu LBM. LBM ini terbagi menjadi dua jalsah. Untuk moderator jalsah pertama ialah Tuhandi. Pembahasannya tentang permasalahan saat ini, yakni kontroversi terkait nasab para habib di Nusantara.

Dari permasalahan tersebut terdapat empat pertanyaan di LBM kali ini: metode penentuan nasab, gugurnya nasab karena tidak ada bukti catatan, pernyataan putusnya nasab orang yang sudah masyhur tersambung.

Pada pukul 13.00, acara pun untuk ishoma (istirahat, salat, makan). Usai rehat satu jam, Ustaz Shobirin sebagai moderator memulai jalsah II. Dalam kedua jalsah ini, musyawirin sangat antusias dalam menyampaikan pendapat dengan argumen dukungan dan sangkalan. Perumus yang mengontrol jalannya bahtsu masail dan mushohih sebagai penentu jawaban yang sah.

Kesan dan Harapan untuk LBM Pertama

LBM An-Nur II yang pertama ini menimbulkan kesan luar biasa bagi banyak pihak. Ustaz Muhammad Mansur sebagai ketua pelaksana berkata, “Kalau melihat ini acara yang pertama LBM mungkin saya pribadi itu, sukses. Karena ini awal, mulai dari tingkat kehadiran, jalsah satu-dua itu banyak, sampai nggak muat.”

Selain itu, peserta musyawarah juga memberikan kesan, “Kesan kami yang pertama Alhamdulillah karena pesertanya yang hadir banyak jadi menambah keseruan untuk para musyawirin membahas suatu masalah yang ditampilkan. Jadi hidup lah, suasana hidup, sehingga semakin menarik,” ucap Saiful Arif dari LBM MWC NU Karang Ploso. Bapak Hanafi dari LBM MWC NU Singosari juga berkesan, “Kami para peserta dari LBM wilayah sangat antusias, semangat untuk menghadiri acara ini.” 

Dengan terlaksananya LBM ini pula, KH. Nidhom Subkhi selaku ketua LBM An-Nur II dan dosen Ma’had ‘Aly mengaku acara ini berjalan luar biasa. “Luar biasa. Jadi sejarah LBM PC dari dulu-dulu seng ketok ruame, niku wau,”(yang terlihat rame banget, itu tadi), ucapnya.

Gus Muhammad Mihron Zubaidi juga menyampaikan, “Kesan saya di LBM kali ini adalah LBM yang sangat spektakuler.” Ia beralasan para peserta mengikuti LBM dengan baik serta dapat mengutarakan pendapatnya dengan teratur pula. “Jadi ini adalah merupakan titik awal bagaimana kemudian kebangkitan pondok pesantren-pondok pesantren yang ada di Kabupaten Malang,” tambahnya.

Seterusnya, Ustaz Mansur pun berharap, “Semoga terus berlanjut, tambah besar, tambah terkenal, dan tujuan kita, LBM Pondok Pesantren An-Nur menjadi rujukan LBM Malang Raya.” Selain itu, Kiai Nidhom juga menyampaikan, “LBM harus menjadi lembaga inti yang merupakan ruh dari pondok pesantren, karena pondok pesantren iku intine (intinya itu) belajar agama, dan belajar agama itu akan lebih mengarah lagi ketika diarahkan kepada musyawarah, diarahkan kepada bahtsu masail, seperti itu.”

Gus Mihron juga mengharapkan, “Mulai dari LBM An-Nur ini kami berharap bisa menjadi kawah candradimuka  dalam mengkader teman-teman yang kemudian muncul kader-kader bahtsu masail- bahtsu masail, kader-kader yang mampu memahami kitab kuning sampai akar-akarnya.”

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU