Suara santri yang bermusyawarah terdengar dari Masjid An-Nur II dalam acara LBM Gabungan pada Senin malam, 25 September 2023. Suasana dalam masjid mulai memanas dengan adanya sangkalan yang mungkin cukup mengecoh bagi para musyawirin, tapi dengan inilah LBM jadi lebih menarik.
Permulaan acara, semua santri, mahasantri, atau pengurus yang ingin ikut harus registrasi terlebih dahulu, kemudian mereka bisa memilih tempat duduk. Sembari menunggu santri yang lain, mereka dapat belajar mengenai pembahasan kali ini, yakni tentang pembagian air dalam kitab Fath Al-Qorib.
Setelah semua santri per kamar datang, moderator membuka acara dengan beberapa kata-kata dan pembacaan surah Al-Fatihah. Kemudian Ustaz Kemal Husein selaku qari membacakan pembahasan kali ini beserta murad-nya, walaupun beberapa santri tidak setuju dengan apa yang telah ia terjemahkan.
Beberapa santri yang tidak setuju dengan murad milik Ustaz Kemal, menyampaikan beberapa sangkalannya. Selain itu, ada beberapa santri yang mendukung pendapat Ustaz Kemal karena merasa bahwa argumennya benar.
Keseruan LBM pun muncul ketika sesi sangkal-menyangkal. Sangkalan para santri memberikan keuntungan beberapa orang yang memiliki dalil yang lebih cocok untuk membahas permasalahan. Moderator juga mengatur jalannya LBM agar tertib.
Sekiranya pembahasan butuh kelurusan, moderator menyerahkannya kepada perumus guna mencari jalan keluar dari masalah yang masih belum terpecahkan. Saat perumus membahas masalah yang belum selesai tersebut, ia melontarkan jawaban. Tetapi beberapa santri mulai menyangkalnya karena mereka tidak setuju dengan apa yang perumus ucapkan.
Meskipun begitu sangkalan itu segera terjawab dan santri mulai diam karena suasananya mulai kaku. Di saat-saat seperti ini Ustaz Shobirin sebagai salah satu perumus, mencairkan suasana dengan beberapa candaannya yang dapat memecah suasana kaku atau tegang yang ada.
Usainya waktu LBM, moderator pun menutup acara tersebut dengan doa dan menyampaikan beberapa pemberitahuan mengenai LBM ke depannya. Setelah itu semua santri pun kembali ke kamar masing-masing.
Pesan Kesan Santri Tentang LBM Kali Ini
“LBM kali ini cukup seru, walaupun yang mau bicara cuma yang maha santri dan beberapa santri diniah saja.” Ujar Sulthony Nurfaizin, salah seorang partisipan dalam LBM Gabungan pertama ini. “Aslinya kalau yang santri diniah mau bicara terus nanti bisa mengalahkan yang maha santri ini bisa jadi kebanggaan tersendiri.” Tambahnya.
Menurutnya LBM Gabungan ini bisa menjadi ajang unjuk kebolehan, terutama bagi santri diniah. Kebolehan yang ia maksud seperti, “Ini kami, walaupun baru santri diniah, tapi keilmuan kami nggak kalah dengan yang sudah maha santri-maha santri.” Hal ini bisa menjadi kebanggaan tersendiri, seperti yang telah Sulthony ucapkan.
“Harapan saya LBM semakin maju, dan yang tadi juga. Maksudnya yang junior bisa mendebat yang seniornya.” Harapan Sulthony. “Juga bagi santri yang diniah jangan terlalu minder, dan merasa pesimis. Sampaikan saja apa yang mau kalian sampaikan.” Tambahnya.
(Farkhan Wildana S./Mediatech)
