Kunjungan Santri Kalong: Perpaduan Sambang, Sowan dan Berwisata ke An-Nur II

Senin siang (28/02/22) pukul 02.45 WIB. Tak hanya satu tujuan, rombongan jemaah kunjungan wali sanga, Santri Kalong, Semarang yang membawa dua bus serta sembilan puluh anggota rombongan di dalamnya itu, memiliki tiga tujuan sekaligus dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata): sambang, sowan dan berwisata ke Pesantren Wisata.

“Memang, kebetulan juga putri saya sekarang sedang mondok di sini. Namanya Aisyah, kelas 8 SMP,” ucap Amin Hariyanto, kadim majelis rombongan.

Bagi beliau, selain dapat berziarah ke makam Al-Maghfurlah romo KH. M. Badruddin Anwar dan sowan ke pengasuh An-Nur II: Dr. KH. Fathul Bari, S.S, M, Ag, kunjungan tersebut dapat memberikan dua keuntungan sekaligus di dalamnya: menjadi salah satu destinasi wisata rombongan dan menyambangi putri tercintanya.

Tahlil dan Secuil Kisah Lima Tahun Lalu

Setelah semua jemaah rombongan duduk singgah di makam Al-Maghfurlah Kiai Bad. Sesi acara pertama pun dimulai: pembacaan Tahlil dan selawat. Kompak, mereka semua membaca rangkaian zikir dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW tersebut dengan serempak.

Setelah pembacaan Tahlil dan selawat usai, rombongan jemaah yang mayoritas memakai pernak-pernik khas Jawa: blangkon, sarung batik dan udeng Jawa itu langsung diarahkan ke ruangan lantai dua pendopo Al-Badari oleh para Asatidz An-Nur II.

Masing-masing anggota jemaah duduk melingkar menempati tempat yang telah disediakan panitia membentuk huruf “U”. Tak selang lama, Kiai Fathul datang memasuki pendopo lalu menemui rombongan tersebut. Kedatangan beliau itu, sekaligus menjadi tanda segera dimulainya acara di ruangan itu.

Ustaz Rafif Diva selaku MC (Master of Ceromny) mempersilakan KH. Musta’im ar-Rumy, ketua jemaah Santri Kalong dan Kiai Fathul untuk memberikan sambutannya secara bergantian. Dalam sambutan tersebut, Kiai Fathul sedikit menceritakan memori yang tak terlupakan dibalik tanggal rombongan Santri Kalong: 28 Februari.

“Kok tepat pada tanggal 28 Februari,” ujar Kiai Fathul. Pada sambutannya itu, beliau menjelaskan, bahwa pada tanggal itu juga—tepatnya lima tahun lalu, kenangan tersakral keluarga besar An-Nur II berada: kewafatan Al-Maghfurlah KH. M. Badruddin Anwar.

Selain itu, pada kesempatan itu pula Kiai Fathul menceritakan kembali seabrek kisah ‘teka-teki unik’ sebelum sepeninggal Al-Maghfurlah lengkap dengan asal-muasal tempat dan desain pembangunan makam beliau. Semuanya komplit, para jemaah menyimaknya dengan khidmat.

Sambang dan Kesan Santri Kalong di Pesantren Wisata

Lekas sambutan dari pengasuh, sesi acara dalam ruangan pun ditutup dengan doa yang disampaikan Kiai Husni Mubarok, kemudian langsung diarahkan untuk jalan-jalan mengelilingi area pesantren putra dan putri An-Nur II mengikuti rute yang sudah disiapkan.

Di akhir pemberhentian di sekitar pondok putri, acara pun diakhiri dengan temu kangen Bpk Amin dengan putrinya, Aisyah di dekat asrama santri putri An-Nur II.

Dalam pemberhentian dan sela waktu momen temu kangen sang ketua rombongan, beberapa anggota jemaah lainnya berswafoto asyik menikmati nuansa Pesantren Wisata, An-Nur II.

“Pertama masuk sini, Pesantren ini jelas terlihat bedanya. Kesannya kayak tempat pariwisata,” ucap Lana, salah satu anggota rombongan.  

Tak hanya berkesan tentang An-Nur II, jemaah tersebut rupanya tak lupa untuk menyimpan kesan tentang sosok terpenting pendirian pondok berjulukan “Pesantren Wisata” itu sendiri: Kiai Badruddin.

“Dulu saya sering bertemu beliau (Kiai Bad). Uniknya, ada rasa kedekatan tersendiri bagi saya setelah bertemu beliau,” kata Kiai Musta’im.

Dalam wawancara eksklusifnya bersama Mediatech An-Nur II. Dalam sesi tanya-jawab tersebut, ia mengaku tak bisa menggambarkan rasa kekaguman dirinya kepada sosok Pengasuh pertama An-Nur II itu.

“Karamah beliau banyak, ada yang terlihat langsung dan beberapa di antaranya tidak disangka,” terus Kiai Musta’im dalam wawancaranya. Menurut beliau, banyak keutamaan yang ada pada diri Kiai Bad, tidak usah kaget kalau beliau memiliki pesatren yang sedemikian besar dan indah ini. Itu semua ada jasa dari sosok kharismatik yang tak putus bara perjuangannya.

Tidak habis di situ, Bpk. Amin, sang kadim majelis rombongan, tak lupa turut meninggalkan pesan dan harapannya setelah berkunjung ke An-Nur II. “Semoga pesantren ini semakin maju dan dapat terus menjalankan segala amanah dan perjuangan Kiai Bad.”

(Arif Rahman/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II