Malam itu, Sabtu, 15 Januari 2022, Bpk. H. Erick Thohir, B.A, M.B.A, menteri BUMN RI (Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia) itu, turut memberikan semangat kepada para santri Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata) dalam acara Santripreneur dan Gema Sholawat. “Di era globalisasi seperti saat ini, kita harus menjadi umat yang produktif.”
*Rute Penyambutan untuk Sang Menteri RI*
Sejak sehabis Isya, grup Al-Banjari An-Nur II tak henti terus melantunkan selawat dengan tabuhan rebananya di atas panggung kecil di samping kiri pangung utama. Bersamaan dengan itu, para santri pun mulai memasuki lapangan lengkap dengan mengenakan masker sebagai bentuk patuh Prokes (Protokol Kesehatan) yang berlaku.
Jajaran Banser (Barisan Serbaguna) dan Polri (Polisi Republik Indonesia) terlihat berjaga di gerbang utama Ponpes guna menyambut kedatangan Bpk H. Erick Thohir beserta rombongan. Selang beberapa waktu, tepat ketika jarum jam menunjukkan pukul 20.15 WIB, para tamu kehormatan pun berdatangan dan memasuki gerbang biru An-Nur II.
Sesuai rute acara yang telah dijadwalkan, Bpk H. Erick beserta rombongan pun langsung disambut oleh keluarga masyayikh An-Nur II dan diarahkan menuju ke area pondok putri untuk menyaksikan pertujukan penyambutan oleh santri putri An-Nur II serta pemberian apresiasi.
Beberapa saat kemudian, rombongan beserta masyayikh pun menuju ke pendopo Al-Badari sekaligus melakukan ziarah ke makam Al-Maghfurlah KH. M. Badruddin Anwar yang berada di sampingnya. stelahnya, beliau dipersilakan menuju ke lokasi acara utama: lapangan utama An-Nur II.
*Penampilan Spektakuler dari Santri An-Nur II yang Keren*
Layaknya lautan lampu LED yang menari-nari, para santri yang membawa finger lamp di jari-jari tangannya, senantiasa bergerak ke kanan dan kiri seirama dengan lagu Ya Lal Wathan dan 17 Agustus 1945 yang dilantunkan grup Al-Banjari An-Nur II. Koreografi tersebut tampil dengan apik menyambut kedatangan rombongan dari bapak menteri dan masyayikh yang berdatangan.
Setelah seluruh tamu undangan dan masyayikh menempati VIP di atas panggung, ekstrakurikuler Marching Band mempersembahkan kreatifitas karyanya dengan dua judul lagu yang dikemas unik di depan panggung acara: Lathi dan selawat Asyghil ala santri An-Nur II.
Tak mau kalah dengan Ekskul Marching Band, ekstrakurikuler Perisai Diri dan Pagar Nusa pun turut menunjukkan persembahan terbaik mereka. Dengan melestarikan budaya pencak silat sebagai budaya bangsa, ditambah dengan iringan musik khas gendingan Jawa, penampilan ini sangat pantas jika dianggap sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal.
*Dari Sambutan Kiai sampai Orasi Ilmiah Pejabat Negeri*
Selepas seluruh pertunjukan usai, MC (Master of Ceremony) pun mempersilakan Dr. KH. Fathul Bari, S.S, M.Ag, untuk memberikan sambutan. “Kami turut mengucapkan terima kasih atas datangnya Bpk H. Erick Thohir, menteri BUMN dan Bpk Drs. H. M. Sanusi M.M., Bupati Malang ke An-Nur II.” Begitulah tutur Kiai Fathul, Pengasuh An-Nur II dalam membuka sambutannya terkait kedatangan dua tamu kehormatan malam itu.
Di tengah sambutannya, beliau juga bercerita tentang sejarah, pencapaian dan sampai dengan kerjasama pesantren bersama pelbagai lembaga dan pihak BUMN Indonesia. Bagi beliau, sebuah cerita dan kenangan dari perjalanan sesuatu, adalah salah satu hal yang penting dalam kehidupan.
Seusai Kiai memberikan sambutan, MC mempersilakan Bpk. Sanusi selaku Bupati Malang untuk mengisi sesi acara dan turut memberikan sambutannya. Pada sambutan, beliau teringat akan salah satu hadis tentang keutamaan mencari ilmu di dunia dan akhirat serta di keduanya. Setelah menyampaikan salah satu hadis nabi tersebut, beliau yakin, bahwa maksud dari hadis itu dapat dikaji sekaligus dilaksanakan di An-Nur II.
Waktu terus berjalan sampai tak terasa, sambutan Bpk Sanusi pun usai dan sesi acara berganti dengan orasi ilmiah H. Erick Thohir yang juga menjabat sebagai ketua umum MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) pusat. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan betapa berpotensinya Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi. Mulai dari jumlah populasi, sumber daya alam dan sebagainya. Semuanya memiliki potensi.
Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah: kenapa selama ini kita selalu menjadi komsumen? Bukan produsen. Permasalahan dan pernyataan inilah yang beliau tekankan dalam orasi ilmiah malam itu. dan satu lagi harapan beliau: semoga perekonomian Indonesia terus membaik seiring dengan berjalannya waktu.
Acara pun ditutup dengan doa yang dibawakan oleh KH. Fadhol Ahmad Damhuji. Para tamu undangan dan masyayikh menuruni pun menuruni panggung dibarengi dengan rangkaian musik yang dibawakan oleh grup SCA sebagai penutup yang dipenuhi nuansa khas kreatifitas santri An-Nur II.
(Arif Rahman/Mediatech An-Nur II)
