Kunjungan MA Al-Fauzani: An-Nur II Sebagai Kiblat Pesantren Salaf Modern

annur2.net – Eksistensi Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” tidak pernah redup di masyarakat. Sabtu, 7 Februari 2026, mereka kembali manjamu 45 tamu (guru dan murid) dari Yayasan Darul Ulum Sumurwaru, Madrasah Aliyah Al-Fauzani.

Mereka melihat keunikan An-Nur II pada metode pembelajarannya. Tidak hanya fokus pendidikan kitab kuning tetapi juga menyediakan pendidikan formal. Menyatukan dua esensi penting, salaf dan modern.

Berkepentingan Studi Banding Manajemen Kurikulum, Public Speaking, dan Digitalisasi Pesantren. Agenda ini dilaksanakan di lantai dua Pendopo Al-Badru,  sesudah ziarah Raudlah Almaghfurlah KH. Muhammad Badruddin Anwar.

Bagi mereka Pondok Pesantren Wisata An-Nur II pantas jadi tempat pembelajaran mengenai tujuan yang diinginkan. Sebab An-Nur II sudah terbukti memberikan program-program yang dapat mendukung dan mengembangkan bakat para santri.

“Karena kita melihat di sini itu banyak sekali wawasan luas, termasuk juga kegiatan-kegiatan yang belum ada di tempat kami.” Jelas Bapak Fajar Shodiq, S.Pd., sebagai guru di Madrasah Aliyah Al-Fauzani.

Bukti nyata itu ada pada jumlah prestasi. Selama setengah tahun ajaran 2025/2026 tercatat ada 77 gelar juara yang dibawa pulang ke An-Nur II. “Kualitasnya luar biasa!” Ungkap salah satu tamu.

Mulai RA hingga Perguruan Tinggi Ada di An-Nur II

Pesantren An-Nur II telah mewadahi bakat santri mulai jenjang RA hingga perguruan tinggi: STIKK dan Ma’had Aly. Program-program yang ada bukan hanya fokus di bidang akademik, melainkan juga bidang non akademik. Meski ada percampuran dua model pendidikan An-Nur II tidak melupakan satu poin penting bagi manusia yaitu beradab.

“Jadi mereka walaupun diajarkan pendidikan formal tapi mengedepankan akhlak. Ada tamu, mereka siap siaga berdiri di samping, berjajar, itu bagi saya sebuah kehormatan.” Ucap Pak Fajar.

Banyak ekstrakurikuler yang ada di lembaga pendidikan formal An-Nur II untuk mewadahi bakat para santri. Terdapat 20-an lebih, mulai dari robotik, jurnalistik, sepak bola, dan masih banyak lagi. Tidak hanya di sekolah formal, pesantren sendiri juga memberikan pilihan 14 ekstrakurikuler kepada santrinya.

“(Program yang menarik) Kegiatan ekstrakurikuler yang sangat banyak sekali!” Ujar Pak Fajar.

Santri Belajar Menemukan Hukum Syar’i dan Bahasa Asing

Sesi Pemberian Materi di Pendopo Al-Badari

Selain pendidikan formal yang semakin maju, Pondok Pesantren An-Nur II juga memiliki Madrasah Diniyah beserta program-program unggulan untuk santri. Ada program Al-Badar, menuntut para santri untuk belajar bahasa asing, Arab dan Inggris. Beserta program percepatan baca kitab.

Dari dua hal itu, nantinya santri diharapkan bisa mencari hukum syariat dari sumbernya, kitab kuning. Tetapi dua program itu tidak cukup bila tanpa sorogan. Sebab sorogan salah satu cara untuk santri mempraktikkan ilmu alatnya (Nahwu dan Shorof) dalam memahami kitab kuning.

“Tidak hanya teoritis, tapi praktis juga.” Ungkap Ust. Ibrahim, ketua program Al-Badar.

Program-program ini terbukti dengan 11 prestasi bidang kitab kuning dari perincian 77 prestasi sebelumnya. Mulai dari tingkat kecamatan hingga Asia Tenggara pernah diraih oleh santri-santri An-Nur II.

Pada forum studi banding kali ini pihak An-Nur II mengeluarkan dua contoh santri untuk menunjukkan keahliannya dalam membaca dan memahami kitab kuning. Banyak peserta yang terpukau melihat keahlian mereka. Tepuk tangan dan geleng-geleng kepala menunjukkan keheranan para peserta.

Harapannya “Dapat menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.” Jelas Ust. Ibrahim.

Ajang MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub) menjadi pertemuan salah satu santri berprestasi An-Nur dengan salah satu guru dalam rombongan kunjungan kali ini.

“Pertama kali (ke An-Nur II) dulu saya itu mempunyai teman. Teman di sini dulu juga pernah keterlibatan sama teman saya itu satu panggung di kegiatan lomba baca kitab nasional. Dia masih santri aktif kalau nggak salah, nggak tahu ya apa sudah boyong.” Ungkap  Bapak Fajar Shodiq mengetahui Pondok Pesantren Wisata An-Nur II.

Santri itu bernama Ustaz Manshur, asal Madura. Salah satu santri An-Nur II yang memiliki banyak prestasi di bidang MQK. “Betul, Ustaz Manshur.” Imbuhnya

Pertemuan tersebut menjadi momen berharga yang mempererat hubungan kedua lembaga pendidikan. Melalui studi banding ini, diharapkan pengalaman dan program unggulan An-Nur II dapat menjadi inspirasi bagi MA Al-Fauzani dalam mengembangkan pendidikan yang seimbang antara ilmu agama, pendidikan formal, dan pembinaan akhlak santri.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex