Kunjungan Dr. Jamal Faruq: Distingtif Keluarga Nabi Muhammad

Distingtif Keluarga Nabi Muhammad

annur2.net – Dr. Prof. Jamal Faruq Ad-Daqqaq Al-Azhari mengisi acara Dauroh Ilmiyah di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” pada Kamis, 23 Januari 2025. Beliau merupakan Guru Besar Ilmu Aqidah dan Ilmu Kalam Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Pada tahun jabatan 2015-2019, beliau menjadi Dekan Fakultas Dakwah Islamiyyah Universitas Al-Azhar. Di samping itu, selain sebagai Guru Besar, Dr. Jamal Faruq juga pengajar Ilmu Tauhid dan Mantik di Masjid Al-Azhar, Kairo dan pengajar Al-Quran.

Dr. Jamal Faruq menempuh pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Ma’had Al-Azhar, Farshout. Kemudian melanjutkan S1 Fakultas Dakwah Islamiyyah (1984), S2 Fakultas Dakwah Islamiyyah Konsentrasi Kajian Agama dan Mazhab (1990), dan S3 Fakultas Ushuluddin (1994). Ketiganya berada di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Dari hasil pencarian ilmu, Dr. Jamal Faruq telah mengarang beberapa karya. Beberapa di antaranya adalah kitab Dirasah Nassiyah fi Al-Siraah An-Nabawiyyah, Mabhats fi Al-Tawasul wa Radd Al-Syubhaat Al-Mani’in, ‘Alaqah Al-Din bi anwa’ Al-Tsaqafah wa Al-Tadzhib, dan masih banyak lagi.

Nasab Nabi Muhammad dari Ibu dan Ayah

Di hadapan maha santri Ma’had Aly dan STIKK (Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning) An-Nur II, Dr. Jamal Faruq menjelaskan isi kitab Aqidah Al-’Awwam karya Imam Al-Marzuqi. Salah satu materi di dalamnya adalah tentang biografi dan keluarga Nabi Muhammad saw.

Keluarga Nabi Muhammad dijelaskan mulai nazam 31. Nabi Muhammad memiliki ayah bernama Abdullah dan ibu bernama Aminah. Garis nasab beliau dari ayahnya yang disebutkan dalam nazam Aqidah Al-’Awwam yakni Nabi Muhammad saw., bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Sedangkan garis nasab dari ibu beliau tidak tercantum, hanya menyebutkan nama ibu beliau yaitu Aminah. Uniknya, nasab Nabi Muhammad dari garis ayah dan ibu akan bertemu di Kilab bin Murrah.

Lengkapnya dalam kitab Fiqh As-Siirah An-Nabawiyah ma’a Muujaz li Taariikh Al-Khilaafah Ar-Raasyidahi karangan Imam Muhammad Sa’ad Al-Buthi, nasab beliau adalah Nabi Muhammad saw., bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusayy bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ayy bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin al-Nadlr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin ‘Adnan. 

Sedangkan dari garis ibu beliau yaitu Nabi Muhammad bin Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Dari nasab tersebut, jelas nasab dari ibu dan ayah Nabi Muhammad bertemu di Kilab bin Murrah. 

Kenapa Hanya Sampai Adnan?

Namun, para ulama hanya sepakat nasab Nabi Muhammad yang mereka yakini benar sampai Adnan saja. Sebagaimana dalam kitab Fiqh As-Siirah An-Nabawiyah ma’a Muujaz li Taariikh Al-Khilaafah Ar-Raasyidah juga:

أما ما فوق ذلك فمختلف فيه، لا يعتمد عليه في شيء. غير أن مما لا خلاف فيه أن عدنان من ولد إسماعيل نبي الله ابن إبراهيم خليل الله عليهما الصلاة والسلام

“Nasab Nabi Muhammad saw., di atas Adnan terdapat perbedaan pendapat, tidak ada yang dianggap paling benar. Namun, tidak ada perdebatan bahwa Adnan merupakan keturunan Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim as.”

Sayyid Abdullah dan Sayyidah Ummu Kultsum

Pembahasan selanjutnya adalah pada putra-putri Nabi Muhammad saw. Beliau memiliki tujuh keturunan, sebagaimana tercantum dalam nazam Aqidah Al-’Awwam. Tiga di antaranya adalah laki-laki yaitu Qasim, Abdullah, dan Ibrahim. Empat sisanya ialah perempuan: Fathimah, Zainab, Ruqoyyah, dan Ummu Kultsum. 

Ada hal menarik yang ada dalam beberapa nama putra-putri beliau. Pertama adalah nama putra kedua beliau, Sayyid Abdullah. Tepatnya, Sayyid Abdullah adalah nama ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib. Nabi Muhammad memberi nama anakanya dengan nama ayahnya. Yang kedua, beliau mengambil nama ibunya, Aminah, untuk salah satu putri beliau yaitu Sayyidah Ummu Kultsum.

Banyak orang mengetahui kalau nama Ummu Kultsum adalah nama asli. Namun, menurut budaya Arab, nama seperti itu disebut ‘alam kunyah. Dalam ilmu Nahwu, ‘alam kunyah adalah nama panggilan yang berawalan abu, ummu, ibnu, dan bintu. Kata-kata tersebut akan disandarkan kepada nama orang tuanya. Oleh karena nama Ummu Kultsum berawalan ummu, nama tersebut termasuk alam kunyah

Akan tetapi, Profesor Jamal Faruq mengatakan bahwa ada ulama yang mengatakan bahwa Ummu Kultsum bukan nama asli. Ulama tersebut mengatakan bahwa nama asli Sayyidah Ummu Kultsum adalah Aminah. Sama seperti Sayyid Abdullah, nama asli Ummu Kultsum juga sama dengan nama ibu Nabi Muhammad. 

Nabi Mengambil Nama Ayah dan Ibunya

Kita mengetahui awal syariat Islam baru turun saat Nabi berumur 40 tahun di Gua Hira. Berarti Ayah dan Ibu beliau ada sebelum Allah mengutus Nabi Muhammad menjadi rasul. Tetapi apakah Ayah dan Ibu Nabi termasuk golongan kafir, padahal orang kafir akan masuk neraka? Kalau memang kafir, tidak boleh memberi nama anak dengan nama orang golongan mereka. 

Namun, mengetahui nama dua putra-putri Nabi Muhammad sama dengan orangtuanya, Profesor Jamal Faruq menyimpulkan bahwa orangtua beliau tidak termasuk golongan kafir. Nyatanya Nabi Muhammad memberi nama kepada putra-putrinya dengan nama orangtua beliau, padahal belum mengenal Islam. Seperti itulah keunikan dari keluarga Nabi Muhammad saw.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II