[polor_menu]
[polor_menu]

Kisah Kepedihan Masa Kecil Nabi Yusuf

Nabi Yusuf adalah seorang nabi yang terkenal dengan ketampanannya. Mukjizat Nabi Yusuf yang paling terkenal, adalah bisa menafsirkan mimpi seseorang. Namun, pada saat beliau masih kecil, beliau merasakan sebuah kepedihan.

Pada suatu malam, Nabi Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Lantas, setelah melihat mimpi itu ia terkejut dan langsung menceritakan mimpinya itu kepada ayahnya, Nabi Yakub.

Saat mendengar cerita mimpi anaknya. Sang ayah langsung memahami tafsiran dari mimpi anaknya. Sang ayah memahami bahwa akan terjadi hal besar pada suatu saat nanti. Lantas sang ayah menyuruh anaknya untuk tidak menceritakan mimpinya terhadap saudara-saudaranya. Karena, khawatir setan akan merusak hubungan mereka pada suatu saat nanti.

Pada suatu sisi, para saudara Nabi Yusuf iri terhadapnya. Karena, Nabi Yusuf adalah putra yang paling disayangi oleh ayahnya, sehingga seakan tak ada lagi kasih sayang seorang ayah terhadap mereka. Mereka pun berpikir untuk menyingkirkan Nabi Yusuf, agar ia jauh dari ayah mereka, dan mereka bisa mendapat kasih sayang lebih dari sang ayah.

Mereka pun bermusyawarah agar bisa menemukan cara yang bagus untuk menyingkirkan Nabi Yusuf. Hingga salah satu seorang menyarankan agar membunuh Nabi Yusuf. Setelah membunuhnya, mereka berencana untuk bertobat. Namun, salah satu dari mereka, yakni  Yahudza menolak pendapat tersebut. Ia mengusulkan agar memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur saja, agar seorang kafilah menemukannya dan menjualnya. Akhirnya, mereka menyepakati keputusan kakak sulungnya itu.

Setelah mendapatkan usulan yang pas untuk menyingkirkan Nabi Yusuf, mereka berunding kembali untuk menjalankan rencananya. Akhirnya, mereka mendapatkan cara yang pas untuk menjalankan rencananya. 

Pada malam hari, mereka meminta izin kepada ayahnya untuk membawa Nabi Yusuf pada esok pagi. Namun, sang ayah tidak meridai permintaan mereka, karena ia sangat khawatir terhadap putra kesayangannya. Mereka pun berusaha untuk membujuk sang ayah agar mereka bisa membawa Yusuf pergi. sang ayah pun luluh juga, ia mengizinkan mereka untuk membawa Nabi Yusuf.

Pada saat pagi tiba, mereka menjalankan rencana mereka untuk membuang Nabi Yusuf ke dalam sumur. Mereka pun membawa Nabi Yusuf menuju sebuah sumur yang agak jauh. Mereka pun tiba di sumur itu, melepas baju Nabi Yusuf, dan memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur itu.

Setelah memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur, mereka berpikir untuk mencari alasan yang tepat saat kembali ke ayahnya nanti. Mereka sepakat untuk menyembelih seekor kambing, lalu melumuri baju Nabi Yusuf dengan darah itu. Nantinya mereka berpura-pura bahwa serigala telah memakan Nabi Yusuf.

Saat malam tiba, mereka pulang menemui ayahnya dengan berpura-pura menangis. Sang ayah pun kebingungan, dan langsung melihat mereka. Ternyata putra kesayangannya, Nabi Yusuf tidak bersama mereka. Mereka berbohong bahwa serigala telah memakan Nabi Yusuf. Lalu, mereka mengeluarkan baju Nabi Yusuf yang berlumuran darah kambing untuk memperkuat perkataan mereka.

Namun, sang ayah melihat ada sesuatu yang aneh. Sang ayah melihat baju Nabi Yusuf tidak robek, padahal serigala memakannya. Sang ayah langsung mengetahui topeng kebohongan yang mereka pakai.

(Moch Athoillahil Qodri) 

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex