Kisah Kaum Sodom: Pemusnahan Kaum Pendosa

Pernah ada satu kaum yang kelakuannya begitu buruk. Bahkan nabinya sendiri mengakui jika umatnya ini merupakan makhluk Allah SWT yang paling jelek. Mereka adalah umat yang menyukai sesama jenisnya, kaum sodomi.

Lantaran buruknya perilaku mereka, Nabi Lut bersaksi sebanyak empat kali bahwa umatnya ini merupakan seburuk-buruknya makhluk Allah SWT. Hal ini haruslah menjadi pelajaran agar peristiwa ini tidak terulang kembali.

Akan tetapi, sepertinya perbuatan LGBTQ+ di zaman sekarang ini kembali menjadi-jadi. Sebagai muslim, mari kita jauhi perbuatan tersebut. Salah satu cara untuk menghindarkan diri darinya ialah dengan belajar dari kisah kaum Nabi Lut yang terkena azab mengerikan.

Malaikat Utusan untuk Mengeksekusi Umat

Allah mengutus malaikat untuk mengazab kaum Nabi Lut. Hanya saja, sebelum mendatangi Nabi Lut mereka mampir dulu ke rumah Nabi Ibrahim. Tujuan mereka adalah untuk menyampaikan kabar gembira bahwa mereka akan segera memiliki anak.

Selepas dari rumah Nabi Ibrahim, mereka menuju pemukiman Nabi Lut. Jarak antara desa Nabi Ibrahim dengan Nabi Lut adalah empat farsakh atau kira-kira 25 km.

Mereka datang ke hadapan Nabi Lut yang saat itu sedang bercocok tanam di kebunnya. Pendapat lain mengatakan Nabi Lut sedang mencari kayu bakar. Ada juga yang mengatakan Nabi Lut sudah ada di rumah.

Allah berpesan kepada malaikat untuk menurunkan azab setelah Nabi Lut bersaksi tetang keburukan perilaku kaumnya sebanyak empat kali.

Nabi Lut pun bertanya kepada manusia tampan lagi menawan yang tidak lain adalah malaikat utusan Allah yang menjelma, perihal berita buruk kaumnya. Malaikat berkata mereka masih belum tahu isu-isu tentang kaumnya itu.

Nabi Lut bersaksi, “Mereka ini adalah makhluk dengan perilaku paling buruk.” Nabi Lut mengulangi ini sebanyak empat kali. Perbuatan di sini adalah mendatangi sesama jenisnya untuk berhubungan intim.

Itu tadi pendapat pertama. Pendapat kedua begini: Melihat ada orang yang ingin bertamu, Nabi Lut mengantarkan mereka ke rumahnya. Selama perjalanan pulang mereka menemukan kaumnya sedang menyodomi sesama jenisnya. Nabi pun bersaksi, “Mereka adalah makhluk dengan perilaku paling buruk.”

Nabi Lut dan malaikat tersebut melanjutkan perjalanannya dan menemukan sekelompok kaumnya melakukan perbuatan yang sama. beliau kembali mengucapkan persaksian di atas. Kejadian ini terulang sebanyak empat kali.

Kaum yang Mencemaskan

Di rumah, Nabi Lut sangat gelisah. Sebab orang-orang yang bertamu di rumahnya ini sangat ganteng, sangat cocok menjadi sasaran kaumnya Nabi Lut yang “ganas”. Nabi takut jika kaumnya mengganggu tamunya ini. Kondisi Nabi Lut saat itu belum mengetahui bahwa mereka adalah malaikat.

Orang-orang dari kaumnya segera datang ke rumah Nabi Lut setelah mendapat kabar dari istri beliau. Istri beliau ini adalah orang yang durhaka kepada suaminya sendiri hingga menyebarkan berita di rumah beliau ada laki-laki tampan.

Begitu gelisahnya sampai beliau berucap begini kepada kaumnya, “Hai kaumku, inilah putri-putriku. Mereka lebih suci bagimu.” (Surah Hud ayat 78)

Beliau juga sampai berkata, “Andai aku memiliki kekuatan dan dapat berlindung ke keluarga yang kuat.” (Surah Hud ayat 80) Beliau ini merupakan seorang pendatang, jadi tidak punya sanak keluarga untuk meminta bantuan mengusir kaumnya dari sekitar rumah beliau.

Malaikat pun mengungkapkan identitas aslinya. “Tenangkan dirimu Wahai Lut, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu.” (Surah Hud ayat 81)

Kemudian malaikat menyuruh Nabi Lut untuk segera mengungsi dari desa ini karena akan ada “kejutan meriah” untuk kaumnya. Kejutan yang bsia membunuh mereka dalam sekejap dan mengenaskan. Malaikat juga berpesan agar beliau tidak menoleh ke belakang dan menyaksikan azab berlangsung.

Lantaran istri beliau adalah orang yang durhaka, ia tidak ikut Nabi Lut keluar desa. Ada yang bilang istrinya tetap ikut, tapi istrinya melanggar larangan malaikat, ia melihat ke desanya. Saat melihat, jatuhlah sebuah batu ke kepalanya dan ia mati.

Malaikat membalik tanah desa itu. Gambarannya, malaikat Jibril memasukkan sayapnya ke dalam tanah dan mengangkat desa tersebut ke atas dan menjatuhkannya. Desa itu juga menderita hujan batu yang menghantam kepala mereka.

Inilah azab bagi mereka yang berbuat zalim. Sekarang, setelah membaca ini mari menuju ke kehidupan yang lebih baik dengan menjauhi perbuatan sodomi dan tidak setuju ke LGBTQ+.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II