KIAT MENJAUHKAN SETAN

, KIAT MENJAUHKAN SETAN, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo


ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan bahwa Rasul ﷺ bersabda :


قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ


“Ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengucapkannya maka setan akan mengecil sampai-sampai dia menjadi seperti lalat.” [HR Abu Daud]

Catatan Alvers

Kita sepakat, bahwa kita harus menjauhi setan karena ia adalah musuh manusia. Allah SWT berfirman :


إِنَّ الشَّيطَانَ كَانَ لِلإِنسَانِ عَدُوّاً مُبِيناً


Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. [QS Al-Isra : 53]

Nenek moyang mereka, iblis telah bertekad untuk menyesatkan kita. Allah SWT berfirman :


لَأُغوِيَنَّهُم أَجمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنهُمُ المُخلَصِينَ


… Sungguh Aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang beriman. [QS Shad : 82-83]

Maka kita harus terus mengusir mereka dan terus berupaya agar mereka tidak mendatangi kita sebagaimana diperintahkan oleh Allah SAW yang berfirman :


وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ


“Dan katakanlah : “Ya, Rabb-ku. Aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Rabb-ku, dari kedatangan mereka kepadaku“. [QS Al-Mu’minun : 97-98]

Bagaimana caranya agar kita bisa menjauhkan setan dari kita dan keluarga kita? Berikut kiat-kiat yang diajarkan Rasul ﷺ :
(1) Membaca ayat kursi. Setan sendiri pernah membuka salah satu rahasianya kepada Abu Hurairah dan hal ini dibenarkan oleh Rasulullah. Setan berkata :


إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ مَعَكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ


“Jika engkau menempati tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi sampai engkau menyelesaikan ayat tersebut. Maka sesungguhnya akan selalu ada padamu seorang penjaga dari Allah, dan setan tidak akan mendekatimu sampai engkau masuk waktu pagi“. [HR Bukhari]

(2) Sehabis bangun tidur lakukan “Istintsar” yakni membersihkan hidung dengan menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya. Rasul ﷺ bersabda :


إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ


“Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hiruplah air ke dalam hidung lantas keluarkan, lakukanlah sebanyak tiga kali karena setan itu bermalam di bagian dalam hidungnya.” [HR Muslim]

(3) Bangun tidaur langsung berdzikir, wudlu dan shalat. Rasul ﷺ bersabda :


عَقِدَ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ ، يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ


“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan, setan akan mengatakan, ‘Malam masih panjang, tidurlah!”
Jika ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepaslah lagi satu ikatan. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari ia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, ia tidak ceria dan menjadi malas.” [HR Bukhari]

(4) Membaca Surat Al-Baqarah di rumah. Rasul ﷺ bersabda :


لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ


janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al Baqarah di dalamnya“.[HR Muslim]

Atau 2 ayat terkahirnya. Rasul ﷺ bersabda : “Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala menulis catatan takdir 2.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Dan Allah menurunkan dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah.


وَ لاَ تُقْرَآنِ فِي دَارٍ فَيَقْرُبُهَا شَيْطَانٌ ثَلاَثَ لَيَالٍ


Dua ayat tersebut bila dibaca akan membuat setan tidak bisa mendekat selama tiga malam.” [HR Al-Hakim]

(5) Bacalah basmalah ketika keluar masuk rumah dan ketika menutup pintu. Rasul ﷺ bersabda :


وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا


“Hendaklah kalian menutup pintu dan sebutlah nama Allah karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.” [HR Bukhari]

(6) Begitu pula ketika hendak makan, jangan lupa membaca basmalah. Rasul ﷺ bersabda : “Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya) :


لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ


‘Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.’ [HR Muslim]

(7) Membaca taawwudz ketika marah. Sulaiman bin Shurad RA berkata : “Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi ﷺ sedangkan dua orang lelaki bertengkar dan saling mengeluarkan kata-kata kotor. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya”


لَوْ قَالَ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، ذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ


jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitan’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya akan hilang kemarahannya.” [HR Bukhari]

[8] Jangan suka menyendiri, apalagi ketika bepergian. Rasul ﷺ bersabda :


الشَّيْطَانُ يَهُمُّ بِالْوَاحِدِ وَالْاثْنَيْنِ فَإِذَا كَانُوا ثَلَاثَةً لَمْ يَهُمَّ بِهِمْ


“Setan itu suka menggoda orang yang sendirian atau dua orang. Jika mereka berjumlah tiga orang, maka dia tidak menyukainya.” [HR Malik]

[10] Ketika terjadi sesuatu di perjalanan maka bacalah bismillah dan janganlah mengumpat setan. Abul Malih menceritakan bahwa seseorang berkata, “Aku pernah dibonceng oleh Nabi ﷺ, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Kemudian aku pun berkata : “Celakalah setan”. Namun, Nabi ﷺ melarangnya, beliau berkata : “Janganlah engkau ucapkan ‘celakalah setan, karena itu akan membuat setan membesar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi, ucapkanlah “Bismillah”. Niscaya setan akan mengecil sampai-sampai seukuran lalat.” [HR Abu Daud]

[11] Bahkan kita harus berupaya agar anak-anak kita juga diselamatkan dari godaan mereka dengan cara yang disabdakan beliau : “Jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi isterinya (untuk bersetubuh), maka hendaklah ia membaca;


اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


(Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami) ‘.
Jika dikaruniai anak dari hubungan keduanya maka setan tidak akan dapat mencelakakan anak itu.” [HR Bukhari]

Namun demikian kita harus tetap waspada. Karena setan itu tidak hanya berupa jin yang tak tampak namun juga ada yang berupa manusia yang terlihat oleh padangan mata namun demikian ia lebih berbahaya. Mengapa demikian? Malik bin dinar berkata :


إِنَّ شَيْطَانَ الْإِنْسِ أَشَدُّ عَيَّ ا مِنْ شَيْطَانِ الْجِنِّ لِأَنِّي إِذَا تَعَوَّذْتُ بِاللهِ ذَهَبَ شَيْطَانُ الْجِنِّ عَنِّي ، وَشَيْطَانُ الْأِنْسِ يَجِيْئُنِي فَيَجُرُّنِي إِلَى الْمَعاَصِي عِيَاناً


Setan manusia itu lebih berbahaya ketimbang setan jin. Karena jika kita membaca ta’awwudz maka setan jin akan pergi dari hadapan kita namun setan manusia akan tetap mendatangiku secara kasat mata dan menyeretku kepada kemaksiatan. [Tafsir As-Shawi]

Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk mewaspadai tipu daya setan dan menjauhkan mereka dengan apa yang telah diajarkan oleh Nabi ﷺ.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.
“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada supaya sabda Nabi ﷺ menghiasi dunia maya dan menjadi amal jariyah kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: