annur2.net – Mauizah hasanah pada Ahad Legi, 4 Januari 2026 di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” dengan Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Ma’mun, LC., M.A. Beliau merupakan Pimpinan di Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta dan saat ini menjabat sebagai ketua Umum MUI DKI Jakarta (2023-2028). Ia juga merupakan putra dari KH. Syukron Makmun seorang ulama juga politikus.
“Waktu itu berdasarkan putaran. kalau berdasarkan putaran hadis ini gak masuk akal. Karena Nabi bilang semakin lama bumi semakin tua, semakin mendekati kiamat, berputarnya semakin cepat. Buktinya setahun kaya (sebulan misal), padahal logika mestinya apa-apa semakin lama semakin tua semakin lambat.” Ucap beliau dalam kutipan ceramahnya.
Alasan Waktu Terasa Cepat
Jadi, Banyak sekali orang menganggap waktu semakin lama terasa semakin cepat. Sedangkan menurut logika itu tidak mungkin, akan tetapi hal itu seakan terjadi. Beliau Rasulullah pernah bersabda: “Di antara tanda-tanda kiamat adalah waktu terasa semakin cepat.” (HR. Ahmad)
Akan tetapi, hal itu tak relevan dengan ilmu fisika yang lebih logis. Beliau membalas bukan hari yang semakin cepat, melainkan berkah dalam hari itu yang hilang. Seperti hal yang relevan saat ini, “Orang yang mengamankan justru ia yang diamankan, orang yang menghakimi sekarang dihakimi.”
Hal yang hilang saat ini adalah keberkahan. Seperti perbedaan orang sufi dengan dosen tasawuf. Orang sufi setelah mengajar dan mereka diberi uang, justru menanyakan ini uang berasal darimana. Sedangkan dosen tasawuf yang hanya disuruh mengajarkan saja tidak terima jika tidak dibayar. Mereka hanya menjadikan ilmu menjadi pengetahuan tidak menjadi amalan, dan dari hal itu keberkahan akan hilang.
Alasan Keberkahan begitu Penting
Mengapa berkah begitu dahsyat juga penting? Beliau mencontohkan dengan hewan kambing dan anjing. Biasanya kedua hewan tersebut melahirkan dengan jumlah yang berbeda.
Walaupun kambing melahirkan dengan jumlah sedikit, akan tetapi jumlah universalnya lebih banyak. Sedangkan anjing yang lahirnya lebih banyak akan tetapi jumlah universal lebih sedikit.
Orang dihormati karena nasab, ilmu dan tampang. Walaupun anjing hebat dengan kepintarannya juga tampangnya, akan tetapi hal yang dilakukannya tidak mendapatkan berkah. sebaliknya, kambing yang melakukan hal sederhana, kambing justru mendapatkan keberkahan.
Maksud dari hal sederhana yang dilakukan kambing, beliau mencontohkan aktivitas mereka saat malam. Anjing hebat dalam menjaga setiap malamnya, berkeliling setiap komplek hingga menjelang subuh. Sedangkan kambing hanya tidur pada setiap malamnya hingga menjelang subuh kambing akan bangun.
Apa yang membuatnya berbeda? Setelah berjaga malam, ia akan tidur menjelang subuh. Sedangkan kambing ia akan bangun pada saat anjing akan tidur. Di sana terdapat keberkahan yang diberikan kepada Allah, yakni keberkahan yang diberikan kepada sesiapa yang bangun disetiap subuhnya.
Jadi, alasan waktu terasa semakin cepat bukanlah berdasarkan bagaimana bumi bertambah cepat setiap tahunnya. Melainkan bumi terasa cepat akibat hilangnya keberkahan yang ada pada bumi tersebut. Keberkahan juga bukan hal yang biasa, yakni dapat mengubah bagaimana hal yang logis menjadi tak relevan.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)
