23 September, 2018
  • 23 September, 2018
tafaqquh fiddin, 100 dolar untuk penghafal hadis

Keutamaan Ilmu

By on 28 Juni, 2012 0 73 Views

Lentera Hidup

Agama Islam pada dasarnya memiliki komitmen tinggi terhadap ilmu pengetahuan. Islam menyadari bahwa kemajuan peradaban dan kebudayaan tak bisa diraih hanya dengan materi saja, tetapi ada faktor yang sangat dominan dalam mengawal kemajuan tersebut, yaitu ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang berkontribusi dalam perubahan sosial (social change); rakyat jelata bisa menjadi mulia, orang miskin bisa menjadi kaya, masyarakat strata sosial rendah bisa dientas menjadi strata sosial yang lebih tinggi hanya dengan ilmu pengetahuan.

Untuk menyebut dalil al-Qur’an dal Hadis tentang keutamaan ilmu terlalu banyak sekali dan itu akan membuat artikel ini sangat panjang. Oleh karena itu, pada tulisan ini penulis hanya akan menganalisa beberapa ayat yang mungkin sangat jarang dijadikan legitimasi dan argumentasi dalam pembahasan keutamaan ilmu pengetahuan. Dalam QS. Al-Maaidah ayat 4, Allah berfirman:

 

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

 

Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang Dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu (makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat cepat hisab-Nya.

 

Ayat ini dengan tegas membedakan antara anjing (atau binatang buas lainnya) pintar dan terdidik dengan anjing yang bodoh. Anjing yang tidak terlatih (tak berilmu) bila berhasil menangkap hewan buruan, maka hewan buruan tersebut haram dimakan. Namun, bila anjing pemburu tersebut terlatih dan terdidik, maka hewan hasil buruannya halal dimakan oleh kita. Ibnu al-Qayyim mengomentari ayat ini: bila bukan karena keutamaan ilmu pengetahuan, tentu tak ada beda antara anjing bodhoh dan anjing pintar.

 

Luar biasa, Ilmu pengetahuan bila dimiliki oleh anjing dan binatang buas lainnya, Allah memberikan derajat tinggi dan hukum tersendiri baginya. Bagaimana bila ilmu pengetahuan itu dimiliki oleh manusia? Waalahu ‘Alam

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: