Ketika 10 Bule Australia Sowan ke An-Nur II

Ketika 10 Bule Australia Sowan ke An-Nur II

Ketika 10 Bule Australia Sowan ke An-Nur II

Para santri putri sontak berteriak melihat rombongan bule asal Australia yang berkunjung ke kamar mereka. Sontak mereka berkumpul untuk sekedar menyapa dan berkenalan dengan bule yang sedang belajar bahasa Indonesia itu.

Jum’at, 29 November 2019 adalah hari di mana Pondok Pesantren Wisata An-Nur II dikunjungi mahasiswa asing untuk kesekian kalinya. Mereka adalah rombongan pelajar jurusan bahasa Indonesia dari Deakin University, Melbourne, Australia. Dan tujuan mereka dalam kunjungan ini adalah belajar bagaimana sistem pendidikan tradisional pesantren yang terintegritas dengan pendidikan umum.

Jeick, salah seorang mahasiswa itu, mengaku ada lembaga pendidikan yang hampir sama dengan sistim pendidikan pesantren. “Tetapi pendidikan di sana tidak berbasis agama, hanya pendidikan saja,” ujarnya dengan bahasa Indonesia berlogat Inggris.

Disambut oleh KH. Fathul Bari di Pendopo Al-Badari, mereka juga ingin tahu lebih dalam tentang budaya pesantren. “Kami menjadi tahu bagaimana kehidupan mereka (para santri) di sini,” ucap Jean setelah berjalan-jalan.

Untuk lebih dekat mengenal kehidupan para santri, mereka mengunjungi asrama Wali Songo, di mana asrama tersebut adalah asrama khusus bilingual: bahasa Arab dan bahasa Inggris. Bertemu dengan para santri, kesepuluh bule itu saling melempar tanya jawab dengan para santri.

“Mulai kapan anda belajar bahasa Indonesia?” tanya salah seorang santri ke pada Hanna. “Saya belajar bahasa Indonesia sejak SMP,” jawab Hanna yang disambut para santri itu dengan kagum sekaligus bangga.

Setelah berkenalan dengan santri putra, 10 mahasiswa asing yang didampingi 5 mahasiswa UIN Maliki itu juga mengunjungi asrama santri putri. Di sana lah mereka mendapat antusias sambutan yang besar.

“Saya senang tapi juga takut dengan sambutan mereka yang sangat antusias,” ucap Jane setelah bertegur sapa dengan para santri putri yang mengerubunginya. Setelah ditanya mengapa takut, ia menjawab, “Karena mereka ramai sekali dan tiba-tiba mengerubungi kami,” ujarnya sambil tertawa lebar.

Selain mengenal kehidupan santri, mereka juga mulai berkenalan dengan lingkungan Pondok Pesantren An-Nur II. Freya, yang juga mahasiswi asing itu terlihat letih setelah berkeliling. “Tapi saya senang melihat-lihat, di sini ada kebun binatang mini juga,” katanya.

Jaick, mengaku banyak pelajaran yang ia dapatkan dari kunjungan ke pesantren wisata ini. “Saya jadi tahu bagaimana kehidupan mereka (para santri) yang mempunyai jiwa pertemanan, kasih sayang, dan kebersamaan yang tinggi,” ucapnya dalam wawancara bersama Mediatech An-Nur II.

Bekerja sama dengan Universitas Islam Negri Malang, kunjungan seperti ini merupakan agenda 30 hari mereka belajar di Indonesia. Tiba di Indonesia sejak 22 November lalu, dijadwalkan mereka pulang ke negara asalnya pada 18 Desember 2019.

(MFIH/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *