Kesan dan Pesan Ahmad Dhani untuk Santri
Berdiri di depan Masjid An-Nur II Al-Murtadlo. Berdiri di hadapan santri-santri Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata), Ahmad Dhani berkata, “Baru pondok ini yang berhasil mengundang saya.” Suara tepuk tangan segera datang setelah kata itu keluar.
Hari Selasa, 20 Juni 2023, Ahmad Dhani datang ke An-Nur II setelah asar. Ia memberikan pesan dan kesan ke santri An-Nur II. Acara berjalan di pelataran masjid dengan tajuk “Ngomong Phol-Pholan Bareng Ahmad Dhani”.
“Selamat datang Bapak Ahmad Dhani,” salam dari Kiai Zainuddin, sebagai perwakilan dari keluarga An-Nur II di dalam sambutannya.
Sebelum menuju ke Ahmad Dhani yang ingin memberikan beberapa pesan, atau kalau menurutnya sendiri ia sebut sebagai sharing-sharing, ada pembukaan dari MC dan sambutan dari majelis keluarga pondok.
Di akhir sambutan Kiai berharap kepada Ahmad Dhani dalam kesempatannya berada di Pesantren Wisata kali ini untuk memberikan inspirasi kepada seluruh santri yang hadir. Beliau juga berharap agar nasihat Ahmad Dhani menjadi pelajaran bagi para santri.
Pesan-Pesan dari Sang Musisi
Hal pertama dari orang kelahiran Surabaya ini ialah pentingnya menikmati hidup. Sebab konteks di sini untuk para santri, Dhani mengimbau untuk menyukai keadaannya selama belajar, melaksanakan kegiatan di pondok, dan interaksi bersama teman sepondok.
Menurutnya, menikmati hidup adalah hal yang esensial, karena ini merupakan bukti hamba dalam mensyukuri pemberian Allah Swt. Ia menambahkan jika para santri tidak mensyukuri dan menikmati rezeki yang Allah berikan, berarti santri-santri kufur terhadap nikmat Allah Swt.
Selain itu, jika santri-santri menyukai kehidupannya sekarang yang berada di pondok, pengalaman itu akan menjadi hal manis untuk mereka ceritakan ke anak turunnya.
Pesan: Membuang Waktu Itu Dosa
Seumpama saya adalah seorang ulama, saya akan berfatwa jika membuang-buang waktu adalah dosa besar. Setidaknya begitulah yang Dhani sampaikan untuk pesan kedua.
Zaman sekarang teknologi sudah maju, saatnya menggunakannya untuk menambah ilmu bukan hanya hiburan. Mengisi waktu untuk belajar dan mendengarkan ceramah untuk memperluas cakrawala ilmu.
Waktu bukan hanya untuk bermain game saja tapi juga mencari tahu akan hal-hal lain. Juga, belajar itu tidak hanya terbatas saat duduk di bangku, tapi meski sudah lulus sekolah tetap harus mencari ilmu.
Pendiri dari grup musik Dewa 19 ini juga menyampaikan untuk tidak mengucilkan dan menghina aliran-aliran Islam yang lain. Bahkan ia juga menganjurkan untuk mempelajari ajaran-ajaran lain.
Semisal di Indonesia ini mayoritas adalah NU bukan berarti itu larangan untuk menggali lebih dalam apa itu Syiah. Sebab dengan mengetahui ajaran mereka, bisa memperluas pengetahuan.
Kesan Sang Produser untuk An-Nur II
“Pondok ini besar,” kesan Ahmad Dhani. Setelah melihat An-Nur II dengan matanya sendiri, ia menemukan bahwa santri-santri di sini banyak. Selain itu, ia juga menganggap bahwa pesantren ini termasuk pondok modern. Kemudian ia menyimpulkan bahwa pondok ini adalah pondok yang besar.
Pencipta lagu ini juga terkesan dengan pondok ini. Melihat santri-santri di sini, ia yakin bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki latar belakang pencari ilmu. Menurutnya, santri-santri di sini dari penampilannya memiliki gaya sebagai orang pelajar.
Bukan hanya terlihat sebagai pencari ilmu, ia juga mengungkapkan bahwa santri-santri An-Nur II merupakan orang-orang yang inovatif. Menurutnya, santri-santri An-Nur II adalah orang yang ingin terus mengetahui hal-hal baru.
Terakhir, ia menyebutkan kesimpulan dari nasihat-nasihat saat di hadapan santri. Satu, nikmati hidup sebagai santri. Dua, tidak boleh menyia-nyiakan waktu. Tiga, Pelajari semua aliran untuk menjadi wacana yang luas.
(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)
