Kerja dan Istirahat

kerja, Kerja dan Istirahat, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

ONE DAY ONE HADITH

Kerja dan Istirahat, adalah dua hal yang pernah disinggung di periwayatan hadis dari Ma’bad bin Ka’ab bin Malik dari Abu Qatadah bin Rabi’i. Ia menceritakan bahwasanya:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرَّ عَلَيْهِ بِجَنَازَةٍ فَقَالَ مُسْتَرِيْحٌ وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا الْمُسْتَرِيْحُ وَالْمُسْتَرَاحُ مِنْهُ فَقَالَ اَلْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيْحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيْحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ

“Suatu ketika, iringan jenazah lewat di hadapan Rasulullah SAW, maka beliau bersabda: mustariih dan mustarah. Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah, apakah itu mustarih dan mustarah? Beliau menjawab, Seorang hamba yang mukmin yastarih (akan beristirahat) dari kesulitan dunia. Sementara seorang hamba yang pendosa, seluruh hamba, negeri, pepohonan dan binatang melata akan yastarih (beristirahat) dari (kezhalimannya).” [HR. Muslim]

Catatan Alvers

Hidup di dunia memang penuh dengan kesibukan dan aktifitas. Beribadah, Bekerja dan istriharat silih berganti hingga manusia meninggal dunia—itulah istirahat yang sesungguhnya. Saat itu, seorang hamba yang mukmin barulah dapat beristirahat dari kesulitan dunia yang disebut dalam hadis di atas dengan istilah “Mustarih”. Bagaimana tidak, seorang mukmin diperintah untuk beribadah kepada Allah dan setelah itu kembali bekerja. Allah SWT berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka Bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.” [QS Al-Jum’at: 10]

Dan sebaliknya, seorang mukmin setelah bekerja maka kembalilah untuk beribadah kepada Allah. Allah SWT berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan) maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain).” [QS Al-Insyirah: 7] Terjemahan Versi Depag.

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan:

أي: إذا فرغت من أمور الدنيا وأشغالها وقطعت علائقها، فانصب في العبادة، وقم إليها نشيطا فارغ البال، وأخلص لربك النية والرغبة.

“Maksudnya: apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia dan segala kesibukannya, maka curahkanlah (tenaga dan pikiranmu) untuk urusan ibadah. Kerjakanlah dengan semangat dan hati yang tenang serta ikhlaskan niat dan motivasi untuk Allah SWT. [Tafsir Ibnu Katsir]

Islam mengajarkan manusia untuk selalu produktif, tidak ada kata leha-leha dan berhenti beraktifitas dalam hidup ini sebagaimana keterangan di atas. Namun, demikian Allah yang maha Rahman dan Rahim mengetahui keterbatasan manusia sehingga menciptakan sarana untuk beristirahat. Allah swt berfirman:

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” [Qs Al Qashas: 73]

Rasul SAW menegaskan pentingnya istirahat dengan sabdanya:

 فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

“Sesungguhnya, tubuhmu punya hak atas dirimu. Kedua matamu memiliki hak atas dirimu.” [HR. Bukhari]

Untuk itulah Allah menciptakan malam sebagai waktu istirahat, sehingga waktu malam adalah waktu yang sangat tepat dan kondusif untuk melepas lelah dan istirahat. Allah mendesain malam dengan gelap. Mengapa demikian? Supaya manusia bisa beristirahat dengan tenang.

Menurut penelitian, ternyata tidur di waktu malam dengan keadaan gelap sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tidur saat itu dapat meningkatkan sistem kekebalan karena di saat itu, hormon pertumbuhan dan hormon imunitasnya akan bermunculan dan tubuh melakukan detoksifikasi dengan cara menghancurkan toksin-toksin yang ada di tubuh. Hormon ini tidak bisa digantikan dengan tidur di siang hari, karena hormon ini  hanya muncul pada malam hari.

Meskipun tidak ada larangan dari Nabi SAW untuk bekerja malam hari, namun agen Penelitian Kanker Internasional (IARC) memasukkan kerja malam ke dalam daftar pekerjaan berisiko kanker. Hasil penelitian ilmuwan Jepang dari University of Occupational and Environmental Health mengungkapkan, karyawan yang bekerja dengan jam kerja fleksibel lebih banyak menderita kanker prostat dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja standar.

 Menurut Dr. Raffaello Furlan, tubuh manusia tidak dapat beradaptasi dengan aktivitas malam hari, yang sesudahnya dapat berakibat pada penyakit jantung. (the-scientist.com) Dampak negatif yang lain dari kerja malam adalah mengganggu bioritme harian dan rentan terkena berbagai penyakit, gangguan lambung, sakit perut, diare, dan hilangnya nafsu makan. Bekerja malam hari dapat mengganggu kualitas tidur, juga mengurangi aktivitas sosial.

Jika terpaksa anda bekerja pada malam hari maka untuk mengurangi dampai negatif tersebut, para ahli menyarankan agar tetap bekerja pada jadwal, istirahat cukup bahkan lebih banyak tidur siang harinya, bekerja dengan cahaya terang, dan jangan langsung tidur sepulang kerja. Akan tetapi, lakukan beberapa aktivitas rumah hingga tubuh telah siap untuk mulai tidur. Dan yang paling penting, jangan lupa salat dan berdoa, mohonlah kepada Allah yang menciptakan siang dan malam silih berganti untuk tetap memberikan kesehatan dan menghidarkan dari efek-efek negatif yang mungkin timbul dari bekerja pada malam hari.

 Wallahu A’lam. Semoga Allah Al-Bari membuka hati dan pikiran kita untuk semangat beribadah kepada-Nya baik dengan bentuk ritual, sosial, bekerja bahkan istirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: