Kenapa KH. Badruddin Anwar Dimakamkan di Raudah, Ini Jawabannya

annur2.net – Malam cerah dan meriah, ribuan lebih alumni dan masyarakat sekitar dari tua hingga muda bahkan walisantri memenuhi daerah metro Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Sangat Istimewa, bukan lain acara yang sangat terkesan di hati setiap santri. Jumat, 21 November 2025 meriahnya acara Haul ke-9 Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar.

Rangkaian acara berlalu. sebelum berakhirnya acara terdapat sambutan dari perwakilan majelis keluarga Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”. Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., selaku perwakilan majlis keluarga dalam sambutannya mengenang sosok beliau yang telah mempersiapkan segala hal, bahkan setelah kewafatannya.

Mengenang 40 hari tahlil sebelum kewafatan beliau Almaghfurlah KH. Badruddin Anwar. KH. Fathul Bari mengatakan, terdapat tamu yang datang ke beliau dan bertanya, “Itu ada tahlil, tahlil apa?” Beliau sendiri tidak tahu apa-apa hanya menjawab bahwasannya ini tahlil disuruh Kiai (KH. Badruddin Anwar).

Alasan Penempatan Pemakaman KH. Badruddin Anwar

Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., menyampaikan alasan penempatan raudah pada sambutan peringatan Haul Ke-9 Almaghfurlah KH. Muhammad Badruddin

Pada kala itu, setiap terdapat tamu yang datang ke beliau Kiai Badruddin, mereka akan dibawa jalan-jalan mengelilingi pesantren untuk melihat-lihat bangunan. Jika terdapat bangunan yang masih belum rampung, mereka diminta untuk mendoakannya. 

Suatu ketika terdapat salah satu tamu yang bertanya kepada beliau, “tempat pemakaman keluarga dimana?” Lalu beliau menunjuk ke arah tempat yang kini sudah menjadi asrama SKJ di daerah dekat asrama Villa. 

Dengan demikian, keluarga meninjau tempat berdasarkan kisah tersebut saat beliau wafat. Akan tetapi, setelah ditinjau, tempat itu menjadi area yang rawan banjir jika terjadi hujan deras. Tempat tersebut juga termasuk daerah dataran terendah yang ada An-Nur II.

Hingga terdapat cerita lain, bahwasannya raudah saat ini pernah dibicarakan oleh beliau. Dulu, beliau pernah berkata seperti ini, “Aku pingin longgoh-longgoh dek kono (Aku ingin duduk-duduk di sana).” Maka dari hal itu, Kiai Badruddin dimakamkan di sini.

Dengan begitu, acara Haul ke-9 Almaghfurlah KH. Badruddin Anwar kali ini berjalan lancar. Kiai Fathul dalam sambutannya mengenang dan menceritakan kisah serta alasan penempatan makam beliau. Bahwasannya penempatan makam beliau sangat diperhatikan. Dalam segi lokasi bahkan sejarahnya. 

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II