Kiai Badruddin Adalah Penerang di Kegelapan Malam

Jarum jam menunjukkan pukul 03.13 WIB, Syech Amin Aduhaby Al Jailani tiba di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” pada Selasa, 27 Maret 2018. Pada kunjungan yang kedua ini, beliau bersama istrinya hadir setelah menempuh perjalanan selama 10 jam dari Cirebon dengan menggunakan kereta api. Ust. Zamroni pun menjemput beliau di stasiun Kota Baru Malang.

 

Keturunan ke-22 dari Syech Abdul Qodir Al Jailani ini berkesempatan memberikan sedikit nasihat kepada para santri usai dilaksanakannya sholat Shubuh berjama’ah. Dengan dibantu KH. Fathul Bari yang menerjemahkan nasihat beliau, Syech Amin menyinggung tentang amalan yang harus dibaca setelah setiap usai sholat fardu.

Syech Amin memberikan tausiyah kepada para santri pada kunjungannya yang kedua di An-Nur II, Selasa, 27 Maret 2018.

Tetapi, sebelum itu, beliau memberikan sebuah rasa kesedihan atas wafatnya KH. Muhammad Badruddin Anwar. “Beliau bagaikan bulan purnama yang menerangi kegelapan malam, beliau juga menerangi pikiran kita dengan hadist-hadist nabi, yang menerangi hati kita dengan sifat-sifat mulia, dan beliau akan diberikan mahkota berupa cahaya”, ujar beliau. Lalu, Syech Amin pun memberikan hadiah berupa kopyah dari Lebanon kepada Kiai Fathul.

 

Dihadapan para santri tingkat SMA, beliau menganjurkan para santri untuk mengamalkan dzikir-dzikir yang beliau ijazahkan. Yaitu, mulai membaca istighfar hingga membaca ayat kursi serta tasbih, tahlil dan tahmid. Beliau menuturkan, pembacaan dzikir itu akan mendekatkan kita kepada Allah dan rasulnya, serta terbebas dari siksa neraka. “Membaca dzikir itu (secara sempurna) sangat lah ringan, hanya godaan syetan dan hawa nafsu lah yang membuatnya berat”, nasihat beliau.

 

Bahkan, Syech Amin membuktikannya kepada Azzamami, santri kelas 5 Diniyah yang bertanya kepada beliau, bagaimana mengamalkan amalan itu di antara kesibukan kita. Beliau meminta santri tersebut untuk menghitung berapa menit pembacaan dzikir itu. Alhasil, tidak lebih dari 5,5 menit beliau membaca dzikir tersebut. “Dzikir seperti itu ringan, tetapi memiliki pahala dan manfaat yang sangat besar” tutup beliau.

 

Dijadwalkan, hari ini, beliau juga akan memberikan nasihatnya kepada para santri Tahfidz putri pukul 09.00 WIB. Lalu melanjutkan kembali tausiyahnya kepada para santri putra setelah sholat Isya’ nanti. Dan beliau akan meneruskan perjalanannya ke Pekalongan esok hari.

Syech Amin Aduhaby Al Jailani (kanan) cucu Syech Abdul Qodir Al-Jainlani yang ke-22 bersama KH Fathul Bari (kiri) pada kunjungannya yang kedua di An-Nur II, Selasa 27 Maret 2018.

Pewarta : Izzul Haq

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: