annur2.net – Kakbah merupakan tempat pelaksanaan ibadah haji setiap tahun, sekaligus menjadi pusat dari kiblat. Yang menarik dari Kakbah sebenarnya telah ada dari zaman Nabi Adam. Tetapi mengapa zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail membangunnya lagi? Mari baca sampai habis untuk lebih tahu penjelasannya.
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali-‘Imran: 96)
Cerita berawal pasca Allah menurunkan Nabi Adam baru di Bumi. Di sana, Nabi Adam mendapat perintah pertamanya oleh Allah Swt., untuk membangun tempat peribadatan kepadanya.
إِذَا هَبَطْتَ ابْنِ لِي بَيْتًا ثُمَّ احْفُفْ بِهِ كَمَا رَأَيْتَ الْمَلَائِكَةَ تَحُفُّ بِعَرْشِي الَّذِي فِي السَّمَاءِ
“Jika engkau ke bumi, maka bangunlah sebuah rumah untuk-Ku kemudian kelilingilah ia sebagaimana Aku melihat para malaikat mengelilingi Arasy-Ku yang ada di langit.” (Imam Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, Juz II, hal. 120).
Nabi Adam membangu pondasi yang sesuai dengan pola-pola yang telah ditentukan dan mendapat bantuan malaikat. Ada yang mengatakan Malaikat membantu Nabi Adam dengan memberi petunjuk seperti cahaya tanpa wujud fisik. Lalu, juga ada yang mengatakan beberapa Malaikat yang membantu dengan meletakkan batu-batu bangunan pertama.
Walaupun sifat dari bangunan Ka’bah saat itu masih sederhana. Sebelum adanya manusia tempat Kakbah itu sebelum pembangunan sudah menjadi tempat thawaf oleh para Malaikat.
Lalu mengapa pada masa Nabi Ibrahim bersama Nabi ismail membangun Kakbah kembali? Jadi, pada zaman Nabi Nuh yang mana terdapat banjir besar yang terjadi.
Dengan demikian, Ka’bah yang terbangun itu hancur menisakan pondasinya saja. Berdasarkan hal itu, jadi lokasi Ka’bah tetap dilindungi oleh Allah sehingga walaupun banjir besar itu melanda lokasi Ka’bah masih tetap pada tempatnya.
Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail Merenovasi Kakbah yang Hilang
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): ‘Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.” (QS. Al-Baqarah: 127)
Pada akhirnya Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail di sana merenovasi Kakbah di tempat yang sama dengan perintah langsung dari Allah Swt. Nabi Ismail yang mengangkat dan membawakan batu-batu untuk diberikan kepada Nabi Ibrahim yang menyusunnya satu per satu.
Dengan demikian, setelah Ka’bah itu jadi mereka berdua berdoa
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 128)
Mereka memohon kepada Allah untuk menjadikan Ka’bah sebagai pusat peribadatan dan dari anak cucu mereka terdapat umat yang tunduk patuh kepada Allah yang menyampaikan segala ilmu dalam beribadah untuk semua orang yang merupakan Nabi Muhammad.
Jadi, Kakbah merupakan bangunan yang begitu dimuliakan. Kakbah yang sebenarnya bukan hasil pembangunan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, tapi Nabi Adam yang membangunnya kali pertama bersama malaikat. Akibat dari banjir besar pada zaman Nabi Nuh lah yang menjadi Kakbah tersebut rusak, yang lalu direnovasi hingga saat ini masih berdiri kokoh dengan setiap harinya selalu dikelilingi tanpa sepi.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)
