KAJIAN TAFSIR: Tidur Siang Kebiasaan Penduduk Surga

أَصْحَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا

Artinya: “Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya.” (QS. Al-Furqan: 24)

annur2.net – Ketika Yaum Al-Hisab (hari perhitungan amal) seluruh umat manusia yang sezaman Nabi Adam as., hingga zaman akhir Nabi Muhammad saw., hanya terjadi hingga pertengahan waktu siang.

 Setelah itu, para manusia yang terpilih masuk surga akan melakukan tidur siang, tidur qailullah (di antara waktu Zuhur dan Asar). Nabi Muhammad dan para ulama telah memberitahukan segala kemanfaatan dari tidur siang di dunia.

Apa itu Qailullah? dan Terdapat Apa di Dalamnya?

Al-Imam As-Suyuti menjelaskan letak waktu qailullah dan fadilahnya. Menurut beliau tidur ketika tergelincirnya matahari adalah qailullah dan manfaatnya dapat menambah kecerdasan akal.

Kebiasaan ini sudah dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw. Diceritakan oleh Abdullah bin Umar, mereka saat masih muda sering tidur siang di masjid.

Selain menambah kecerdasan juga perbuatan yang tidak dilakukan setan. Selain itu Imam Al-Ghazali juga menyimpulkan bahwa tidur qailullah adalah sunah. Sebab itu untuk mempersiapkan diri bangun malam, seperti halnya sahur guna kesiapan berpuasa di siang hari.

Tetapi ada pertanyaan yang muncul, apakah anjuran ini masih berlaku bagi orang yang tidak terbiasa qiyamu al-lail (bangun malam). Imam Al-Ghazali kemudian menyampaikan pemikirannya untuk permasalahan tersebut.

Menurutnya seseorang yang tidak tidur siang ada kemungkinan dia tidak selalu berbuat baik; belajar, membaca Al-Qur’an, dan berzikir. Bisa jadi dia akan bermaksiat; ghibah, mengganggu orang lain, dan maksiat lainnya.

Berbeda saat dia memilih tidur. Karena tidur qailullah yang bersamaan dengan niat mengikuti sunah nabi dan mencari keselamatan dari perbuatan maksiat menjadikan perbuatan biasa menjadi ibadah yang bernilai di sisi Allah Swt.

Setan Benci Qailullah

Terdapat kisah menarik dari seorang hakim Islam bernama Dzulkifli. Namanya memiliki arti “Orang yang menanggung (ibadah).” Sebab dia menghabiskan siangnya untuk berpuasa dan malamnya qiyam al-lail

Beliau hanya beristirahat tidur pada waktu qailullah. Tetapi pada beberapa hari ada iblis menjelma manusia untuk mengganggunya. Dalam tiga hari dia selalu datang ke rumah Dzulkifli saat waktu qailullah.

Pada dua hari pertama Dzulkifli menerimanya dan menyarankan orang itu untuk pergi saja ke kantor pada jam kerjanya. Lantaran saat itu iblis penjelma manusia menghabiskan waktu istirahat Dzulkifli.

Penyebabnya adalah belum tidur selama dua hari-dua malam, beliau memerintahkan pembantunya untuk melarang orang masuk rumahnya saat jam istirahat.

Ternyata iblis tersebut datang lagi. Meski sudah dilarang dia masih bisa menyelinap hingga mengetuk pintu kamar Dzulkifli.

Pada saat itulah Dzulkifli mulai menyadari bahwa orang yang ada di luar sebenarnya iblis yang ingin mengganggu dan menguji kesabarannya.
Maka Tidur qailullah adalah bentuk kasih pada diri sendiri. Saat tubuh cukup istirahat, hati lebih tenang dan kesabaran lebih terjaga. Sebaliknya, kelelahan membuat seseorang mudah terganggu dan diuji. Menjaga waktu qailullah berarti menjaga keseimbangan hidup dan ketenangan batin.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

EVALUASI:

  1. Beberapa diksi yang kurang tepat
  2. Kata-kata yang tidak perlu dihapus saja
  3. Tanda baca kadang kurang tepat
  4. untuk mengeceknya, baca lagi setelah menulis sebelum disetorkan

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II