Rezeki Pasti Terjamin
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).” (QS. Hud: 6)
***
Di dunia ini, tidak ada satu pun makhluk yang bisa hidup kecuali Allah memberinya rezeki. Rezeki yang kita dapatkan adalah anugerah dari Allah SWT. Meski begitu, itu bukan tanggung jawab Allah untuk selalu memberikan rezeki kepada makhluk-Nya. Namun memang sudah menjadi jaminan. Maka dari itu, tidak perlu khawatir tidak bisa hidup karena kurang rezeki.
Lagi pula, Allah memberikan rezeki tidak memandang rupa. Laki-laki atau perempuan, tua atau muda. Allah tetap memberikan apa yang mereka butuhkan. Akan tetapi, meskipun Allah menjamin rezeki kepada setiap hamba-Nya, bukan berarti kita hanya menunggu saja. Kita wajib ikhtiar atau berusaha untuk mendapatkannya dengan cara mencarinya lewat usaha.
Rezeki juga tidak bergantung pada pekerjaan seseorang. Apapun pekerjaan mereka pasti mendapatkan rezeki dari Allah. Tidak bergantung pada lamanya pekerjaan, beratnya pekerjaan, maupun pendidikan seseorang. Bahkan orang yang putus dari sekolahnya pun bisa menjadi orang terkaya di dunia, Bill Gates.
Sebagaimana dalam surah Al-Jumu’ah ayat sepuluh, “Apabila telah menunaikan salat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi. Dan carilah rezekinya Allah, tapi kalian harus tetap mengingat Allah.”
Namun di sisi lain, banyak orang yang masuk masjid, ingat kepada Allah, tapi ketika pergi ke pasar, mereka lupa kepada-Nya. Sehingga yang terjadi adalah perdagangan yang penuh penipuan dan kecurangan. Mereka lupa kalau Allah mengetahui segalanya. Maka dari itu, kita harus selalu ingat kepada Allah SWT.
Terikat Pun Masih Dapat Rezeki
Dalam kitab ‘Usfuriyah, ada seorang lelaki bernama Ibrahim bin Arham. Suatu hari, dia sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat menaiki kuda. Pada waktu makan siang tiba, dia turun dari kudanya dan membentangkan alas untuk istirahat. Saat duduk istirahat, Ibrahim bin Arham mengambil sepotong roti untuk makan.
Namun, saat dia ingin memakannya, seekor burung terbang menuju Ibrahim bin Arham dan mengambil roti tersebut. Setelah itu, burung itu pun terbang menjauh. Melihat hal itu, Ibrahim bin Arham heran. Dia pun segera menaiki kudanya dan pergi mengikuti burung tersebut. Ternyata burung itu terbang ke sebuah gunung.
Di gunung tersebut, gunung tersebut menghampiri orang yang terikat di jalan. Kemudian burung tersebut menyuapi orang tersebut. Lalu, Ibrahim bin Arham menghampiri orang tersebut. Dia pun bertanya mengapa orang itu ada di sini. Orang tersebut menjawab bahwa dia sedang melintasi hutan tersebut dengan membawa barang dagangan.
Lalu, ada seseorang yang merampoknya. Kemudian perampok itu mengikatnya dan menggeletakkannya di pinggir jalan. Dia tidak bisa apa-apa selama tujuh hari. Namun selama seminggu itu, burung tersebut memberinya makan sehingga dia tidak kelaparan. Mengetahui hal itu, Ibrahim bin Arham meyakini bahwa Allah pasti menanggung rezekinya.
Selain itu, Allah mengetahui di mana tempat para hamba-Nya baik yang belum lahir maupun sudah. Mereka semua juga sama-sama mendapatkan rezeki. Meskipun orang itu sudah tiada. Hal itu terjadi karena telah tertulis di Lauhulmahfuz. Maka, kita hanya perlu bagaimana cara kita berikhtiar dan bertawakal. Untuk hasilnya, biar Allah yang mengurusnya.
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)
