Kajian Tafsir: Pernyataan tentang Sabar dan Salat
annur2.net – Bersabarlah pada ucapan buruk mereka kepada kita. Nabi Muhammad yang tak pantas mendapat penghinaan justru mendapatkannya. Tetapi beliau tetap sabar. Sedangkan kita yang pantas terhina saat mendengar makian malah tidak menerimanya.
“فَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ…”
“Maka bersabarlah Engkau terhadap apa yang mereka katakan…” (QS. Thaha: 130)
Sesungguhnya kunci kehidupan ada dua. Pertama adalah sabar dan yang kedua yakni salat. Ketika menghadapi ujian-ujian dan problematika, kuncinya sesuai surah Al-Baqarah ayat 45,
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”
Sabar adalah kunci yang sangat penting dari kehidupan. Tapi, jika tidak bersandingan dengan salat maka hal itu tidak ada gunanya, juga sebaliknya.
Pernyataan yang Tidak Berlaku Lagi
Pilihanmu hanya jalan kebenaran atau kesalahan. Jika memilih jalan kebenaran maka lakukanlah semua hal yang Allah perintahkan. Jangan mengingkarinya dengan melakukan pelanggarannya.
Tetapi mengapa saat hari kiamat tiba, tidak ada rasul atau penolong seperti pertanyaan orang kafir?
”رَبَّنَا لَوْلَآ أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًۭا فَنَتَّبِعَ ءَايَـٰتِكَ مِن قَبْلِ أَن نَّذِلَّ وَنَخْزَىٰ”
“Di hari kiamat nanti (Ya Tuhan kami, mengapa tidak) (Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau) yang dibawa olehnya, (sebelum kami menjadi hina) di hari kiamat (dan rendah?”) dijebloskan ke dalam neraka Jahanam.” (QS. Thaha: 134)
Kaum kafir mengeluh tidak menerima atau menolak dakwah yang Nabi bawa. Mereka juga mempertanyakan mengapa tidak membawa rasul dari dulu. Lalu Allah menjawab dengan ayat berikut:
“قُلْ كُلٌّۭ مُّتَرَبِّصٌۭ فَتَرَبَّصُوا۟ ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحَـٰبُ ٱلصِّرَٰطِ ٱلسَّوِىِّ وَمَنِ ٱهْتَدَىٰ”
“Katakanlah (Muhammad), ‘Masing-masing (dari kita) menanti, maka nantikanlah! Maka kelak kamu akan mengetahui siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. Thaha: 135)
Masalahnya, kaum kafir terlalu banyak mencari alasan dengan menanyakan berbagai hal. Untuk mengatasinya, Allah menurunkan ayat ini sebagai peringatan atau sebuah sindiran kepada mereka. Tujuannya agar tidak terlalu banyak beralasan yang sudah tidak berlaku lagi.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)