كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Imran: 185)
***
annur2.net – Kematian adalah akhir dari jalan hidup manusia. Siapapun yang bernyawa dan berasal dari tanah semua akan kembali ke asalnya. Orang yang telah mempersiapkan hidupnya untuk kematiannya termasuk orang yang pintar. Nabi saw., bersabda:
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ” الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ ”
“Shaddad bin Aws meriwayatkan bahwa Nabi saw., bersabda: ‘Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan jiwanya dan beramal untuk apa yang ada setelah mati. Dan orang yang tidak mampu adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan hanya berharap kepada Allah.’” (At-Tirmidzi No. 2459) (hadist.id)
Orang yang mengingat kematiannya merupakan orang yang pintar. Mereka akan mempersiapkan bekal untuk dirinya meninggal dunia. Maka dari itu, kesadaran pada kematian menjadi tolak ukur kecerdasan manusia.
Seperti halnya orang yang telah mempersiapkan ujian atau hal yang akan ia lakukan di esok hari. Semakin jauh ia memikirkan bagaimana ke depannya apa yang harus dipersiapkan, ia termasuk orang yang pintar.
Orang pintar bukan hanya berasal dari IQ yang tinggi atau banyaknya ilmu di dunia. Melainkan juga berasal dari amal juga imannya. Selain telah mempersiapkan kematiannya, orang yang pintar juga merupakan rendah hati dan tidak terikat dengan hawa nafsunya.
Jadi, orang pintar bukan bagaimana dia dapat tahu segalanya. Melainkan apa yang dipersiapkan ke depannya, seperti kematian. Sadar akan kematian membuat ia mempersiapkan hal-hal yang akan menjadi bekal ketika kematiannya.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)
