annur2.net – Nabi Zakaria merupakan nabi dengan kemuliaannya yang selalu berdoa kepada Allah. Ia terus berdoa, dengan menginginkan seorang anak. Apalagi umurnya yang telah tua beliau masih belum mempunyai anak.
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًۭا وَمَا أَنَا بِبَشَرٍۢ مِّنَ الْغَيْرِ مَن يَنصُرُنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ
“(Zakariyya berkata): ‘Ya Rabbku, sesungguhnya tulang‑tulangku telah lemah, rambutku telah memutih karena tua, dan aku sama sekali bukan orang yang lemah secara umum; siapakah gerangan yang akan membantuku terhadap kaumku?’” (QS. Maryam: 4)
Walaupun terlihat mustahil dari apa yang manusia lihat, tidak ada yang mustahil bagi Allah.
بَدِيعُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًۭا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
“Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Apabila Dia menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Al-Baqarah: 117)
Tak ada yang mustahil bagi Allah. Apabila Ia berkehendak Nabi Isa yang tak memiliki ayah pun dapat lahir.
وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًۭا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah pewaris yang paling baik.’” (QS. Al-Anbiya’: 89)
Beliau terus memohon, percaya dan hanya kepada Allah Ia berharap. Hingga akhirnya doa itu pun terkabulkan dengan dikaruniai seorang anak yang begitu mulia.
Nabi Zakaria dengan Anaknya yang Istimewa
فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًۭا وَرَهَبًۭا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَٰشِعِينَ
“Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya: 90)
Sekian lama menanti, istri beliau pun hamil. Setelah melewati doa dan berbagai coba, harapan yang mereka inginkan itu terkabulkan dengan lahirnya bayi yang merupakan Nabi Yahya.
Nabi Yahya adalah nabi yang istimewa. Ia diberi nama oleh Allah dengan Yahya yang saat itu tak ada nama yang sama dengannya.
Selain itu, beliau adalah nabi termuda yang diutus oleh Allah, Ia dididik dengan baik, berbakti kepada orang tua, dan terjaga dari dosa. Beliau mendapat mukjizat dengan diutus oleh Allah untuk meneruskan dan mempelajari Kitab Taurat sebagaimana ayat Al-Qur’an:
يَـٰيَحْيَىٰ خُذِ ٱلْكِتَٰبَ بِقُوَّةٍۢ ۖ وَءَاتَيْنَـٰهُ ٱلْحُكْمَ صَبِيًّۭا
“Wahai Yahya! Ambillah kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami telah memberinya hikmah (kebijaksanaan) selagi ia masih kanak-kanak.” (QS. Maryam: 12)
Nabi Yahya meneruskan dakwah Nabi Yahya dengan menghidupkan kembali ajaran kitab taurat. Meluruskan kembali ajaran kaum Yahudi(Bani Israil) yang menyimpang. Banyak dari mereka yang tidak memiliki hukum, tata krama dan juga etika.
Begitu sederhana tapi sangat dalam, dengan berdoa terus tanpa menyerah, Nabi Zakaria memohon kepada Allah. Sampai Doa itu terkabulkan. Beliau yang melanjutkan dakwah ayahnya kepada kaum yahudi dengan kecerdasannya. Lalu setelah wafatnya beliau, dakwahnya akan berlanjut ke zaman Nabi Isa.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)
