Kajian Tafsir: Mukijzat Nabi Musa dari Allah

Kajian Tafsir: Mukijzat Nabi Musa dari Allah

annur2.net – Dalam kepercayaan agama Islam, Allah memiliki utusan yang bernama Nabi dan Rasul. Di antara mereka mendapat karunia mukjizat untuk menyebarkan dan mengenalkan Islam ke umat manusia.

Di Mesir, Nabi Musa as., menjadi utusan Allah untuk mengajak bani Israil menyembah-Nya. Beliau memiliki julukan Kalimullah, sebab pernah berbicara secara langsung dengan Allah SWT.

Allah memerintahkannya untuk melawan Raja Firaun dan orang-orang yang patuh kepadanya. Allah tidak begitu saja menyuruh Nabi Musa melawan Raja Firaun, Dia memberi mukjizat yang agung untuk melawan dan membela Islam. 

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَىٰ

Artinya: “Apa yang ada di tangan kananmu wahai Musa?”

Saat percakapan, Allah bertanya apa yang sedang beliau bawa. Saat itu beliau membawa tongkat biasa yang sering ia gunakan untuk menggembala.

قَالَ هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآرِبُ أُخْرَىٰ

Artinya: Nabi Musa berkata: “Ini tongkatku saya gunakan untuk menopang saat berjalan, menjatuhkan daun untuk kambing-kambingku dan untuk kegunaan lainnya.”

Pembekalan Nabi Musa Melawan Firaun

Allah bertanya seperti itu bukan karena tidak tahu, melainkan menyadarkan Nabi Musa as., jika masih ada kegunaan yang lain dari tongkat tersebut. Allah memerintahkannya melempar tongkat tersebut.

قَالَ أَلْقِهَا يَا مُوسَىٰ 19 فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَى20

Artinya: “Allah berkata: ‘Lemparkanlah itu, wahai Musa!’ (19) Maka dilemparkan tongkat itu dan seketika berubah menjadi ular yang merayap dengan cepat.”

Beliau melakukannya dan tongkat itu seketika berubah menjadi ular besar, kecepatan gerakannya seperti ular kecil. Beliau takut dan khawatir, tapi Allah membujuknya untuk memegang ular itu.

Allah berkata jika ia memegang kembali ular itu, Allah mengembalikannya ke bentuk semula berupa tongkat. Oleh karena yakin kepada Allah Nabi Musa melakukannya dan ular itu menjadi tongkat kembali.

Dengan ini beliau mengetahui senjata barunya untuk melawan Firaun dan orang-orangnya. Hal itu bukan sihir melainkan mukjizat dan berbeda dengan ular sihir milik kaum kafir.

Satu ilmu baru ia dapatkan, Allah membekali beliau dengan satu mukjizat lagi. Tata cara kempit telapak tangan ke dalam ketiak secara bersilang. Niscaya di antara ketiak dan lengan muncul sinar yang sangat berkilau bagaikan sinar matahari. Ini menjadi mukjizat beliau dari Allah SWT.

(ABU RAIHAN EFENDI/MEDIATECH AN-NUR II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2025 Mediatech An-Nur II. All Rights Reserved.