Manusia Sombong dan Dua Ayat Penyelamat
“(128) Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (129) Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung”.”
(QS. At-Taubah: 128-129)
***
Kedua ayat ini merupakan akhir pembahasan dari surah At-Taubah. Ayat yang pertama menjelaskan seorang Rasul yang menjadi utusan bagi dan dari kaum manusia, yaitu Nabi Muhammad SAW. Tatkala umat manusia mendapatkan suatu penderitaan, maka beliau juga ikut merasa berat karena belas kasihan beliau. Selain itu, Nabi menginginkan seluruh umat manusia mendapatkan hidayah dan masuk Islam. Maka dari itu, Nabi hanya memikirkan umat beliau, “Umatku, umatku, umatku.”
Kemudian ayat yang kedua menerangkan apabila orang kafir berpaling dari Nabi Muhammad SAW, Allah mengutus beliau agar berkata sebagaimana dalam terjemah ayat 129 di atas.
Dalam ayat tersebut terdapat kata “`Arsy yang agung” yang berarti sangat besar sebab `Arsy adalah makhluk Allah yang paling besar. Jika melihat Bumi, memang besar. Namun, kalau membandingkan dengan matahari, Bumi itu kecil. Kemudian, planet-planet, bintang, dan benda langit lainnya ini berada di luar angkasa yang tiada batasnya, sehingga kalau ada pesawat yang terbang tidak akan menabrak “tembok”nya, karena tidak ada. Jadi bagaimana besarnya Arsy yang merupakan makhluk paling besar?
Sehubungan dengan kebesaran, jika manusia merasa besar berarti ia sombong atau takabbur. Namun, bukan berarti tubuhnya ikut besar, hanya perasaannya yang besar. Sehingga orang sombong adalah orang yang tertipu. Bagaimana tidak, orang sombong seperti orang yang mendaki gunung. Ia melihat orang-orang yang berada di bawah gunung itu kecil. Padahal orang yang di bawah melihatnya juga tampak kecil.
Hakikatnya manusia yang paling besar tidak mungkin melebihi ukuran Bumi. Bumi juga tidak mungkin melebihi matahari. Apalagi ada yang lebih besar dari matahari, seperti bintang, galaksi, bahkan Arsy. Maka dari itu, orang yang sombong tertipu oleh dirinya sendiri.
Dua Ayat Penyelamat
Surah At-Taubah ayat 128-129 ini adalah ayat yang terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad SAW, sebagaimana ucapan Ubay bin Kaab. Akan tetapi, ada beberapa perbedaan mengenai ayat yang turun terakhir. Kebanyakan orang mengetahui bahwa ayat terakhir yang turun adalah surah Al-Maidah ayat 3.
Namun sebenarnya ayat yang paling terakhir turun adalah surah Al-Baqarah ayat 281.Buktinya surah Al-Baqarah ayat 281 turun sembilan hari sebelum Nabi Muhammad SAW wafat. Sedangkan surah Al-Maidah ayat 3 turun pada saat haji Wada’, haji yang terakhir bagi Rasulullah SAW.
Selain itu, dua ayat terakhir surah At-Taubah ini memiliki keistimewaan. Ada sebuah keterangan yang mengatakan, “Barang siapa yang membaca dua ayat tersebut (At-Taubah: 128-129) dan mengulangi ayat yang kedua sebanyak tujuh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan dijauhkan dari setiap kejelekan atau segala sesuatu yang ia tidak suka, bahkan sampai urusan mati.” Alangkah baiknya orang tersebut menghafalnya.
Artinya kalau seseorang membaca dua ayat ini sesuai keterangan, maka ia tidak akan mati pada hari saat ia membaca ayat tersebut. Jadi tidak akan pernah mati? Bukan seperti itu. Jika ajalnya tiba, maka Allah akan membuatnya lupa untuk membaca dua ayat ini, sebagaimana keterangan, “Jika orang tersebut mati pada hari itu, maka Allah akan membuatnya lupa membaca ayat itu.” Jadi, selagi masih sempat, bacalah surah At-Taubah ayat 128-129 ini supaya aman dari keburukan.
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)
