KAJIAN TAFSIR: Kekuasaan Allah dalam Merpati dan Waktu

annur2.net – Allah merupakan Dzat yang Maha Menciptakan dan Meniadakan. Ia Yang Menghidupkan dan Mematikan, seperti kisah Nabi Ibrahim yang ingin lebih meyakinkan dirinya dalam iman kepada Allah. 

Banyak sekali penjelasan dalam Al-Qur’an yang menjelaskan juga menceritakan kekuasaan Allah dalam menghidupkan dan mematikan yang mana salah satunya terdapat dalam kisah nabi Ibrahim 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan orang-orang mati’. Allah berfirman: ‘Belum yakinkah kamu?’ Ibrahim menjawab: ‘Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: ‘(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu.’ (Allah berfirman): ‘Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.’ Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Baqarah: 260)

Nabi Ibrahim menanyakan hal tersebut bukan karena ragu, akan tetapi karena ia ingin tuma’ninah (ketenangan hati). Ia ingin secara langsung menyaksikan kekuasaan Allah. Bahwasannya bukan hanya sekedar kata tapi pembuktian bahwa Allah adalah Dzat yang Mematikan juga Menghidupkan.

Perbedaan Waktu Setiap Daerahnya Bukti Kekuasaan Allah

وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al-Mu’minun: 80)

Dalam surat tersebut malam dan siang yang berganti di setiap tempatnya terdapat perbedaan waktu. Seperti halnya terdapat waktu berbeda antara negara yang memiliki daerah dilewati atau dekat dengan garis lintang khatulistiwa dan tidak dilewatinya.

Daerah yang dekat dengan garis lintang (lintang rendah/ekuator) memiliki waktu yang relatif normal dari siang dan malamnya yang 12 jam. Berbeda dengan daerah yang tidak dilewati garis lintang, seperti lintang tinggi yang mana ketika musim panas matahari tidak pernah terbenam dan ketika musim dingin matahari tidak terbit sama sekali.

Hal itu membuktikan bahwa kekuasaan Allah itu benar-benar nyata. Bukan semata-mata hanya ayat yang tersusun dalam Al-Qur’an, melainkan sebuah bukti nyata dengan perubahan waktu maupun iklim yang berbeda di setiap tempatnya menjadi pertanda kekuasaan Allah.

Dengan demikian,  Allah merupakan dzat yang maha menghidupkan juga mematikan. Empat burung merpati yang asalnya sudah mati, tapi atas izin Allah burung-burung itu dapat hidup kembali. Bukan hanya itu, tapi perbedaan waktu dalam setiap daerah atau negara dalam dunia ini adalah pertanda kekuasaan Allah. Bukan hanya sebuah ayat yang tersusun melainkan bukti nyata dengan hal yang memang benar ada tanpa hal yang laghwun (omong kosong).

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2025 Mediatech An-Nur II. All Rights Reserved.