annur2.net – Hari kebangkitan, hari para manusia bangkit dari kematian. Sedangkan hal itu sangat tidak logis, tapi dengan kekuasaan Allah ‘Kun Fayakun’, jika Allah berkehendak, Hal yang tak mungkin akan jadi. Walaupun terlihat tak logis tapi hal itu dapat menjadi masuk akal dengan beberapa hal.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (QS. Al-Hajj: 5)
Kebangkitan Manusia dari Waktu dan Masa Evolusi yang Logis
Sesuai ayat, “Manusia sendiri tercipta dari tanah dan setetes mani yang menjadi segumpal darah,” dan seterusnya menjadi segumpal daging yang lalu berubah dengan seiringnya waktu di dalam rahim. Dari daging itu yang mulai terbentuk lalu Allah meniupkannya ruh dan menjadi bayi yang sempurna.
Setelah itu, bayi itu beranjak dewasa dari waktu ke waktu. Hingga akhirnya menua sampai tutup usia.
Adapula di antara mereka yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, hingga lupa dengan berbagai hal dari Ilmu pengetahuan, peristiwa yang ada selama hidupnya. Dengan demikian ada hal yang bisa jadi tidak logis oleh manusia tapi hal itu benar-benar terjadi.
Seperti halnya dalam akhir ayat, “Bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhan.” Seperti halnya ada orang zaman dahulu kemungkinan mengetahui seperti terjadinya siklus terbentuknya bumi ini atau berbagai hal seperti yang tidak manusia ketahui saat ini di masa lalu. Kemudian, orang itu telah menua dan pikun lalu lupa dengan pengetahuan itu.
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia lah yang haq dan sesungguhnya Dia lah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Hajj: 6)
Dengan demikian, di akhir nanti dengan adanya zaman bangkitnya manusia bisa jadi kejadian kebangkitan bisa menjadi logis dari hal yang kita tidak ketahui dengan kuasa Allah.
Segala Perbuatan akan Ada Balasannya
٦ فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ ٧ فَهُوَ فِى عِيشَةٍۢ رَّاضِيَةٍۢ ٨ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ ۥ٩ فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌۭ
“Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikannya), (6) Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (surga). (7) Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikannya), (8) Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. “(9)” (QS. Al-Qari’ah)
Sehubungan dengan hari akhir, di mana dalam hari akhir merupakan hari keadilan dengan semua amal di timbangan mizān. Mizān merupakan neraca timbangan yang begitu adil di hari kiamat kelak. Oleh karena itu, amal baik (hasanah), serta amal buruk (sayyi’ah) akan terlihat di Padang Mahsyar. Banyak orang menontonnya di di sana.
Sementara itu, walaupun di Padang Mahsyar di sana mereka kondisi telanjang bulat, tanpa alas kaki, belum khitan akibat setelah bangkit dari kubur.
Bahkan, mereka menghiraukan hal tersebut. Disebabkan mereka sibuk, bingung dengan urusan mereka masing-masing. Sementara itu, jarak matahari yang jaraknya tergantung dengan berapa banyak atau sedikitnya amal mereka hingga menunggu sampai mereka mendapat giliran dihisab.
Dengan demikian, hari kebangkitan adalah hal yang nyata. Walaupun terlihat tidak begitu logis, dengan keadilan dan kuasa milik Allah dapat menjadikan suatu yang tak logis akan menjadi logis. Keadilan yang tak dapat diubah, dengan amal yang nyata dilakukan selama didunia akan dibalas kelak di akhirat.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)
