KAJIAN TAFSIR: Cukup Hidup Tenang Menjadi Hamba yang Disayangi

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al-Furqan: 63)

Hamba Allah yang Ia sayangi adalah orang-orang pilihan. Ada beberapa indikator yang Allah jelaskan untuk mencapai status ‘Ibadurrahman.

Pertama, Hamba yang menjalani kehidupannya dengan tenang dan tentram. Ketika ada gangguan dari orang lain, mereka hanya mengucapkan perkataan yang dapat menyelamatkannya. Seperti saat perlakuan buruk seseorang terhadap kita (mengejek dan sebagainya) tidak usah membalas dengan keburukan. Hal itu akan menyelamatkan kita dari marabahaya yang lebih besar.

Sujud Malam Amalan ‘Ibadurrahman

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 64)

Kedua, Hamba yang senantiasa bangun malam demi menjumpai rahmat Allah Swt. Melaksanakan salat malam kepada-Nya. Nabi Muhammad saw., pernah bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنا تَبارَكَ وتَعالَى كُلَّ لَيْلةٍ إلى السَّماءِ الدُّنْيا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، يقولُ: مَن يَدْعُونِي، فأسْتَجِيبَ له مَن يَسْأَلُنِي فأُعْطِيَهُ مَن يَستَغْفِرُني فأغْفِرَ له

Artinya: “Tuhan kita, Allah Swt., ‘turun’ setiap malam ke langit dunia di saat sepertiga malam akhir. Kemudian Allah berfirman, ‘Siapapun yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapapun yang meminta kepada-Ku, akan Aku kasih. Siapapun yang meminta ampun kepada-Ku, akan Aku beri ampunan.” (HR. Bukhari)

Jangan Lupakan Doa

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

“Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.’” (QS. Al-Furqan: 65)

Selanjutnya, Indikator ‘Ibadu Ar-Rahman yaitu senantiasa berdoa agar Allah menghindarkannya dari siksa neraka Jahannam. Sebab neraka Jahanam seburuk-buruknya tempat, Allah berfirman:

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

Artinya: “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al-Furqan: 66)

Jangan Boros, Jangan Kikir

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan: 67)

Keempat, seorang yang ‘Ibadurrahman tidak akan  berlebihan dan tidak kikir dalam membelanjakan harta. Mereka berada di tengah-tengah keduanya untuk menjadi ‘Ibadu Ar-Rahman.

Ketakwaan Intisari Seorang Ibadurrahman

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),” (QS. Al-Furqan: 68)

Inti dari indikator-indikator ‘Ibadu Ar-Rahman adalah ketakwaan kepada Allah Swt. Mereka yang hanya menyembah kepada-Nya dan tidak ke selain-Nya. Mereka, ‘Ibadu Ar-Rahman selalu menjauhi larangan-larangan-Nya.

Tidak membunuh kecuali itu benar (qishash), dan tidak berzina. Setiap melanggar aturan seperti membunuh ataupun berzina, dia akan mendapat balasan yang setimpal. Allah Swt., berfirman:

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

Artinya: “(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (QS. Al-Furqan: 69)

Bukan hanya dosa, siksaan yang kekal di dalam neraka juga akan mereka dapati bagi yang melanggar syariat Allah. Bahkan mereka akan mendapat siksa yang berlipat pada hari pembalasan.

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 70)

Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah

Para pelanggar syariat-Nya dapat terhindar dari siksaan yang kekal dengan bertaubat. Taubatan Nasuha, serta beramal kebaikan. Malahan amal kejelekan mereka sebelum bertaubat akan menjadi amal kebaikan.

Ini bukti Allah Maha Penyayang hamba dan Maha Pengampun. Tapi jangan disalahpahami, ini untuk orang-orang yang tersesat agar mau kembali kepada-Nya. Bukan berarti beramal buruk dahulu lalu bertaubat, sebab tidak ada yang tahu datangnya kematian.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex