annur2.net – Allah menurunkan syariat Islam kepada pemungkas para nabi dan rasul yakni Nabi Muhammad saw., di kota Makkah. Pada masa awal penyebarannya banyak penduduk sana yang tidak mengikuti syariat Islam. Para penduduk kota Makkah masih berpegang teguh dengan ajaran nenek moyang mereka. Menyembah berhala yang tak ada gunanya untuk kehidupan umat.
Allah sudah menurunkan ayat-Nya untuk membungkam dan membuktikan hanya diri-Nya yang berhak mereka sembah. Dalam potongan surah Al-Hajj ayat 73 Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ۚ….
Artinya: “Wahai para manusia (penduduk Makkah) dengarkanlah perumpamaan ini. Semua yang kalian sembah selain Allah SWT., sama sekali tidak mampu menciptakan seekor lalat, meskipun mereka bersatu untuk melakukannya. Bahkan jika lalat mengambil sesuatu dari mereka, mereka tidak akan sanggup mengambilnya kembali…..”
Perumpamaan yang Allah berikan sangatlah remeh. Apakah berhala yang mereka sembah bisa menciptakan lalat? Tentu saja jawabannya tidak.
Seumpama para berhala di dunia bersatu untuk menciptakan seekor lalat itu hal yang mustahil bagi mereka. Andaikan lalat mengambil sesuatu dari berhala itu seperti minyak wangi yang berlumuran di badannya mereka tidak bisa merampas kembali yang lalat ambil.
Selemah itulah patung berhala yang disembah penduduk Makkah terdahulu. Hingga Allah memberi ungkapan di akhir ayat 73, surah Al-Hajj:
ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ
Artinya: “Betapa lemahnya yang menyembah dan betapa lemahnya pula yang disembah.”
Mengimani Allah dari Kelemahan Berhala
Lalat adalah salah satu ciptaan Allah yang terkecil dan sering umat manusia remehkan. Allah menciptakannya dengan susunan yang begitu kompleks. Ada penelitian dari manusia mengenai lalat yang hasilnya sangat mengagumkan.
Dalam waktu satu detik lalat terbang dengan mengepakkan sayapnya dua ratus kali kepakan. Oleh karena itu, dalam kurun satu hari dia bisa berpindah tempat sejauh sepuluh kilometer.
Selain itu lalat memiliki sistem saraf otak yang berfungsi hampir sama dengan manusia. Maka dari itu lalat memiliki daya ingat yang kuat hingga tidak bisa dilepaskan dari sifat alaminya yaitu menyukai tempat dan sesuatu yang kotor.
Dari kodrat asal pembuatannya dalam diri seekor lalat terdapat lima puluh juta kuman. Kita harus bisa menjaga makanan dan minuman agar tidak terkontaminasi oleh lalat.
Tapi Nabi Muhammad saw., pernah menjelaskan jika lalat sudah mencebur dalam minuman, maka sekalian dicelupkan ke dalam minuman lalu keluarkan. Karena dalam dua sisi sayap lalat mengandung racun dan obatnya.
إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ، ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ دَاءً، وَفِي الآخَرِ شِفَاءً
Artinya: “Apabila seekor lalat jatuh ke dalam minuman salah seorang di antara kalian, maka celupkanlah seluruhnya, lalu buanglah. Karena pada salah satu sayapnya ada penyakit, dan pada sayap yang lain ada penawarnya.”
Ini salah satu bukti keagungan Allah dari salah satu makhluk terkecil-Nya. Aneh jika ada orang yang masih tidak mempercayai-Nya.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)