Kajian Tafsir: Allah Tidak Bermain-main Menciptakan Dunia

Kajian Tafsir: Allah Tidak Bermain-main Menciptakan Dunia

annur2.net – Beberapa orang-orang mengira dunia adalah sebuah permainan Tuhan. Nyatanya tidak. Pemikiran yang tidak merekan gunakan dengan baik membuat mereka menjadi seperti hewan.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main.” (QS. Al-Anbiya’: 16)

Kalau memang Allah berkehendak semua itu menjadi permainan, maka Allah akan membuat permainan itu untuk-Nya sendiri. Misalnya wanita menjadi permainan untuk memuaskan nafsu atau malaikat sebagai pion dan sebagainya. Nyatanya hal itu tidak Allah lakukan. Maka dari itu Allah tidak menciptakan hal-hal yang ada dunia ini dengan bermain-main.

Allah adalah Dzat Yang Maha Adil. Tetapi banyak orang yang melihat “kekejaman” yang Allah berikan kemudian mendapatkan sebuah keindahan, sebagai permainan Allah. Seolah-olah telah menyelesaikan sebuah permainan dan akan mendapat hadiah dari misi yang telah ia lalui.

Bukan permainan, Allah menciptakan dunia ini tidak dengan hanya bermain-main. Semua ciptaan hingga setitik atom pun juga memiliki hikmah yang sangat penting.

Dunia Bukan Sekedar Kehidupan

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ 

حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya’: 30)

Allah menciptakan dunia ini khusus untuk manusia. Dunia ini (Bumi) dulunya hanya sebuah bintang yang berputar bersama langit seperti dijelaskan di atas, “langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu.” Suatu saat Allah memecahnya dan menjadikan dunia sebagai tempat hunian manusia yaitu Bumi

Di Bumi, Allah menciptakan air yang merupakan unsur dasar kehidupan. Dengan adanya air, hewan-hewan, tumbuhan dan para manusia dapat hidup dan rantai makanan berjalan stabil.

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al-Anbiya’: 31)

Dunia dengan Banyak Gunung dan Jalan

Gunung-gunung yang berjejer dengan rapi dan jalan yang menyebar ke seluruh bumi adalah petunjuk. Gunung itu adalah sebuah keindahan tersendiri. Manusia akan mendapat tujuan dan mencari petunjuk hingga turunlah sebuah petunjuk yakni agama di sana. Agama adalah sebuah jalan kebenaran dengan hal yang lurus dan banyak kebaikan.

وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ

“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.”

Jika terdapat agama yang sangat berbeda dari apa yang telah Allah tetapkan dan tanpa mendasar, maka itu adalah orang yang buta. Ia mengarah ke tujuan yang salah dan sesat oleh bisikan iblis. Selain itu ia melakukan hal yang sangat berbanding jauh dengan berpaling dari kekuasaan Allah yang terdapat padanya.

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

Allah menciptakan pagi serta siang untuk pencahayaan yang berasal dari matahari. Matahari sangat membantu untuk perkembangan manusia dan membantu kehidupan mereka.  Cahayanya mampu menumbuhkan tanaman dan buah-buahan, makanan, dan perkembangan dari hewan.. 

Sedangkan malam untuk waktu istirahat manusia dari aktivitas sepanjang hari. Allah telah menentukan, menata, dan menjadikan dunia ini begitu rapi untuk manusia dari masa lalu hingga masa kedepannya.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2025 Mediatech An-Nur II. All Rights Reserved.