KAJIAN TAFSIR: Al-Qur’an Turun Secara Bertahap sebagai Peringatan dan Pedoman 

Al-Qur'an di kota Makkah saat malam hari

وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ

“Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu.” (QS. Asy-Syu’ara’: 196)

***

annur.net – Al-Qur’an merupakan wahyu berupa kitab suci untuk Nabi Muhammad saw. Hal tersebut merupakan mukjizat yang begitu besar berisi firman Allah. Al-Qur’an turun ke dunia melalui Malaikat Jibril. Tujuan turunnya Al-Qur’an adalah untuk menjadi pedoman hidup umat manusia untuk mencari kebahagiaan di dunia maupun akhirat. 

Adapun juga Al-Qur’an sebagai peringatan untuk kita bahwasanya agama Islam merupakan jalan atau keyakinan yang lurus dan benar, baik adanya. Banyak dalam Al-Qur’an menerangkan bahwasannya segala perbuatan baik atau buruknya kita akan terbalaskan ketika di akhirat. Al-Qur’an juga mengingatkan kita hari kiamat pati terjadi dan berbagai kisah umat terdahulu yang mendapat pelajaran, mulai dari selamat karena beriman maupun binasa karena ingkar.

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۝ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ ۝ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ ۝ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ

“Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,” “Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril),” “Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,” “Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara’: 192-195)

Al-Qur’an Turun Tiga Kali?

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ ۝ فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ

“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Quran yang mulia,” “Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” (QS. Al-Buruj: 21-22)

  1. Al-Qur’an pertama turun masih berada di Lauh Mahfudz, yakni tenpat catatan amal, takdir, pengetahuan hingga rezeki di seluruh alam semesta dari awal zaman hingga hari kiamat.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.”

  1. Kedua, turun sekaligus dari Lauh Mahfuz ke Baitul ‘Izzah (langit dunia) di malam Lailatul Qadr.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

“Berkatalah orang-orang yang kafir: ‘Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?’; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).” (QS. Al-Furqan: 32)

  1. Turun Ketiga, Secara berangsur-angsur turun ke Bumi. Setelah berada di langit dunia Al-Qur’an secara bertahap turun kepada Nabi Muhammad saw., selama 22 tahun, dua bulan dan 22 hari melalui Malaikat Jibril. Al-Qur’an turun sesuai dengan adanya peristiwa atau berbagai hal, untuk keperluan dakwah dan menjawab berbagai pertanyaan dari sahabat nabi.

Dengan demikian, Al-Qur’an merupakan warisan yang diberikan Nabi Muhammad kepada umatnya untuk dijadikan pedoman serta peringatan. Al-Qur’an tidak sekaligus turun kepada Nabi Muhammad. Akan tetapi, masih berada di Baitul Izzah yang turun secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Hingga, Al-Qur’an akan turun (diwariskan) kepada umat beliau untuk menjadi pedoman dan peringatan.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU