Kajian Shahih Bukhari: Ketenangan Jumat Umat Islam

Kajian Shahih BUkhari Pengajian Ahad Legi 19 April 2026

Kajian Shahih Bukhari: Ketenangan Jumat Umat Islam

Pengajian Rutinan Ahad Legi 19 April 2026

Oleh: Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ “إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ: أَنْصِتْ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ” 

“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: Apabila kamu berkata kepada temanmu pada hari Jumat, ‘Diamlah!’ sementara imam sedang berkhutbah, maka sungguh kamu telah melakukan perbuatan sia-sia (laghw).” HR. Bukhari.

annur2.net – Banyak umat Islam yang tidak menyadari bahwasannya mereka adalah umat yang istimewa daripada yang lain. Luar lingkungan Islam iri dengan apa yang dimiliki oleh umat Islam.

Perkara itu ada tiga: Hari Jumat (hari berkumpulnya umat untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah), kiblat (hidup dan mati selalu menghadap ke sana), dan salat berjamaah (tanpa adanya aba-aba atau penuh kesadaran dari umat).

Ibadah Jumat, salah satu kegiatan sakral agama Islam. Banyak fadilah-fadilah agung di dalamnya, bahkan saat imam sudah berkhutbah jemaah tidak boleh berisik, harus diam.

Meski seorang jemaah itu berbicara untuk mengingatkan temannya agar diam (amar makruf) itu juga dilarang saking sakralnya ibadah ini.

Sebab perbuatan itu (mengingatkan diam) hanya sia-sia. Karena dapat menghilangkan fadilah-fadilah agung salat Jumat yang ia miliki.

Pahami Kondisi Jemaah Jumat

Diamnya para jemaah Jumat menciptakan suasana tenang dan tentram di masjid-masjid. Tidak ada kebisingan yang mengganggu. Hanya suara khatib yang berkhutbah.

Kondisi ini membuat para jemaah merasakan kantuk. Merasa nyaman dengan kondisi tenang pada saat khutbah.

Permasalahan ini menuntut para imam dan khatib menyesuaikan dengan situasi dan kondisi para jemaah. Ada beberapa pelaksanaan salat Jumat di dua daerah. Jika daerah perkotaan melaksanakan khutbah lebih lama. Sebab jemaah di masjid perkotaan rata-rata orang pendatang.

Mereka bukan langsung memasuki masjid melainkan ke kamar mandi terlebih dahulu untuk bersesuci dan tentunya antre. Maka khutbah lama untuk menunggu mereka yang masih bersuci.

Berbeda dengan di pedesaan. Kebanyakan jemaah adalah asli orang desa. Kebiasaannya mereka berangkat dari rumah sudah keadaan berwudu, alhasil kamar mandi umum masjid lenggang. Dari sini para khatib berkhutbah dengan cepat.

Permasalahan kantuk dan tidur juga berperan dalam penetapan hukum syariat. Pernah suatu ketika para sahabat menunggu Nabi Muhammad saw., di masjid untuk melaksanakan Jamaah Salat Isya akhir.

Tetapi nabi tak kunjung datang, para sahabat tetap duduk menunggu kedatangan-Nya. Hingga beberapa sahabat ngantuk dan tidur menengklengkan kepalanya. Kemudian nabi datang dan mengimami salat.

Para sahabat langsung bangun mengikuti salat tanpa berwudu terlebih dahulu. Peristiwa ini menjadi landasan para ulama menyatakan hukum wudu tidak batal saat tidur duduk mutamkin (menempelkan bokong ke bumi). Hadis riwayat Anas bin Malik.

Tips Hilangkan Kantuk dari Nabi Muhammad

Nabi Muhammad saw., pernah melihat para sahabat mengantuk saat khutbah salat Jumat. Kemudian beliau memberikan tips menangkis rasa ngantuk:

إذا نعَسَ أحدُكم يومَ الجمعةِ فلْيتحوَّلْ عن مجلِسِه ذلكَ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk pada hari Jumat, maka hendaklah ia berpindah dari tempat duduknya tersebut.” HR. Abu Daud.

Perpindahan tempat duduk ini untuk menghilangkan rasa yang terlalu nyaman dan supaya kantuk itu hilang. Sebab tempat yang telah terduduki lama itu menjadi hangat sehingga orang itu nyaman dan ngantuk.

Dari sini bisa dipahami, khutbah Jumat bukan sekadar rutinitas, tapi momen sakral yang butuh diam, fokus, dan menjaga adab. Kalau ini dijaga, ibadah Jumat jadi lebih terasa dan penuh fadilah.

Makanya, jemaah perlu sadar untuk tidak melakukan hal sia-sia saat khutbah, termasuk berbicara atau lalai. Bahkan solusi sederhana seperti berpindah tempat menunjukkan Islam punya cara praktis menjaga kekhusyukan.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU