KAJIAN BIDAYATUL HIDAYAH: Meminta Kebaikan dan Perlindungan Kepada Allah Swt.

annur2.net – Hakikat seorang hamba atau makhluk tidak terlepas dari kehendak Sang Pencipta Allah Swt. Sesuatu yang akan terjadi kepada mereka sudah Allah takdirkan saat hamba itu belum terlahir.

Banyak manusia yang tidak mengetahui perkara-perkara yang baik ataupun buruk baginya. Meski terlihat lezat bisa saja itu adalah racun atau sebaliknya, terlihat buruk tetapi itu membawa kemanfaatan.

Kadang-kadang seorang hamba meminta kepada Allah sesuatu yang tidak mereka ketahui dampaknya; mendekatkan kepada-Nya atau malahan menjauhkan dari-Nya.

Maka saat seorang hamba yang meminta untuk dimasukkan ke dalam surga sebaiknya juga berdoa agar Allah juga memberikan perkara yang dapat mendekatkannya ke surga. Begitu pula saat berdoa dijauhkan dari siksa neraka. Mereka juga harus berdoa untuk terhindar dari hal-hal penyebab masuk neraka.

Memohon Hanya Kepada Allah

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

Artinya: “Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Nabi Muhammad mewanti-wanti kepada umatnya agar tidak meminta kepada selain Allah. Mintalah pertolongan kepada Allah, karena Dia Maha Pencipta dan Mengetahui.

Seperti kisah putri kesayangan Nabi Muhammad saw., Sayyidah Fatimah. Pada masa beliau sudah berkeluarga bersama sahabat Ali bin Abi Thalib ra., Sayyidah Fatimah menjalankan pekerjaan rumah tangga setiap hari tanpa bantuan seorangpun.Mulai dari bebersih rumah, mencuci baju, memasak, hingga merawat kedua anaknya.

Suatu hari Sayyidina Ali melihatnya sangat kelelahan dan kelelahan menyelesaikan tugas-tugas itu. Hingga akhirnya Sayyidina Ali meminta ke Fatimah agar memohon kepada ayahnya untuk memberikan seorang pembantu. Awalnya Sayyidah Fatimah tidak mau dan malu untuk mengatakan itu kepada Nabi Muhammad saw.

Singkat cerita Sayyidah Fatimah berani mengungkapkan masalahnya dan Nabi Muhammad menjawab:

قالَ: اتَّقِي اللَّهَ يَا فَاطِمَةُ، وَأَدِّي فَرِيضَةَ رَبِّكِ، وَاعْمَلِي عَمَلَ أَهْلِكِ، فَإِذَا أَخَذْتِ مَضْجَعَكِ فَسَبِّحِي ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَاحْمَدِي ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبِّرِي أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ، فَتِلْكَ مِائَةٌ، فَهِيَ خَيْرٌ لَكِ مِنْ خَادِمٍ. قَالَتْ: رَضِيتُ عَنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَنْ رَسُولِهِ ﷺ.

Artinya: Rasulullah saw., bersabda: “Bertakwalah kepada Allah wahai Fatimah, tunaikan kewajiban kepada Tuhanmu, kerjakan pekerjaan rumah tanggamu. Jika engkau hendak tidur, maka bertasbihlah 33 kali, bertahmid-lah (membaca hamdalah) 33 kali, dan bertakbirlah 34 kali. Itu berjumlah 100 dan itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu.” Fatimah ra., berkata: “Aku ridha kepada Allah Yang Maha Mulia dan kepada Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad saw., mengajarkan kepada putrinya agar tidak bergantung kepada bantuan manusia. Prioritaskan untuk meminta bantuan kepada Allah Swt.

Berdoalah dengan Ismula’dzam

Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Al-Thusi Al-Syafi’i, pengarang kitab Bidayatul Hidayah memberikan tips agar Allah mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Cara itu berupa berdoa dengan menyebut Ismula’dzam (nama agung) Allah Swt., seperti: 
Build your financial future with precision and strategy zeldrex investment login.

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Artinya: “Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri sendiri (mengurus segala sesuatu), Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

Menurut Imam Abdul Qadir Al-Jailani berdoa dengan nama-nama baik Allah (Asmaulhusna) dengan mantab, tulus, dan niat kebaikan itu sudah termasuk berdoa menggunakan Ismula’dzam Allah Swt.

Maka seorang hamba hendaknya menyadari bahwa segala kebaikan dan perlindungan hanya berasal dari Allah Swt., karena manusia tidak selalu mengetahui mana yang benar-benar membawa manfaat atau mudarat baginya.

Oleh sebab itu, doa tidak hanya berisi permintaan tujuan akhir seperti surga dan keselamatan dari neraka, tetapi juga permohonan agar Allah memberi sebab-sebab yang mendekatkan kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex