annur2.net – Mendekati hari raya Idul Adha, Idul Qurban, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” memberikan wadah pengetahuan penyembelihan untuk 30 santri dan 30 alumni pada Ahad, 17 Mei 2026 di Gedung IKSAN dan lapangan utama. Mereka bekerja sama dengan JUSH-NU (Juru Sembelih Halal NU) Kota Malang mengedukasi tata cara penyembelihan yang aman dan benar mulai awal hingga pembagian.
Sebelum melaksanakan praktik secara langsung JUSH-NU memberikan teori terlebih dahulu kepada peserta. Serta mempraktikkan cara merobohkan hewan kurban menggunakan prototype sapi.
JUSH-NU menerapkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) terhadap kualitas daging kurban. Daging itu aman dikonsumsi bebas penyakit dan bahaya lainnya apabila saat dikonsumsi. Sehat, daging mengandung nilai gizi yang layak. Utuh, daging tidak bercampur dengan sesuatu atau benda asing. Halal, penyembelihannya sudah memenuhi ketentuan syariat.
Cara Mendapatkan Daging Prinsip ASUH
Ada beberapa tahapan yang harus orang lakukan untuk mendapatkan kualitas daging sesuai prinsip ASUH dan aman bagi penyembelih. Mula-mula memilih hewan kurban yang sehat, tidak cacat, tidak kurus, dan cukup umur. Jika perlu ada SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) agar lebih meyakinkan.
Setelah memilih hewan yang sudah layak kurban secara ketentuan syariat, barulah memasuki tahapan pra penyembelihan. Tahapan ini sangat penting agar menghasilkan proses penyembelihan aman, efisien, dan cepat. Menyiapkan perlengkapan-perlengkapan, penentuan dan penataan tempat dari sebelum penyembelihan hingga pengemasan, dan penentuan tugas dari panitia, agar proses kerja menjadi tepat dan cepat.
Hal yang sangat butuh diperhatikan adalah ketajaman pisau. Supaya penyembelihan berjalan lancar dan memenuhi ketentuan syariat, seperti yang Nabi Muhammad saw., sabdakan:
قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَّيْءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرحْ ذَبِيحَتَهُ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, beliau bersabda:”Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menetapkan perbuatan ihsan (baik) pada tiap-tiap sesuatu. Jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim)
JUSH-NU memiliki lima tahapan untuk menajamkan pisau. Di antaranya: Menentukan sudut asah, gerakan dan pola pengasahan, mulai menggerus bilah, naik grit, dan finishing stroke. Tetapi tidak semua pisau mengalami tahapan ini mulai awal sebab memiliki bahan dan ketajaman yang berbeda.
Sebelum melakukan pengasahan pisau sebaiknya menggunakan pisau berbahan stainless steel, sebab tahan karat dan mudah perawatannya. Kalau bisa sudah terverifikasi dengan adanya logo NSF (National Sanitation Foundation).
Sebab pisau yang berstandar NSF sudah memiliki keamanan dari bakteri sehingga daging sembelihannya aman, bersih, dan tahan lama. Ukuran panjang pisau juga harus diperhatikan, untuk kambing berkisar 20 – 21 cm dan sapi 25 cm.
Keamanan Penyembelih
Saat proses penyembelihan, penyembelih juga harus memastikan posisinya dan posisi hewan aman dan terkendali, menggunakan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan tempat penyembelihan, serta memastikan seluruh peralatan dalam kondisi layak pakai dan higienis. Penyembelihan yang dilakukan dengan satu sayatan cepat dan tepat akan meminimalkan rasa sakit pada hewan sekaligus mempercepat keluarnya darah.
Dengan memperhatikan prinsip halal, ihsan, higienis, dan keselamatan kerja, proses penyembelihan akan lebih aman, efisien, dan sesuai tuntunan syariat.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)