Hari Ini, Jadwal Pemulangan Santri Madura, Surabaya, Pasuruan, Ampelgading dan Sekitarnya

Hari Ini, Jadwal Pemulangan Santri Madura, Surabaya, Pasuruan, Ampelgading dan Sekitarnya

Hari ini, (27/03) jadwal pemulangan santri-santri asal Surabaya, Gresik, Madura, Ampelgading, Tirtoyudo dan sekitarnya. Pemberangkatan kepulangan santri ini terbagi menjadi tiga rombongan. Rombongan pertama, yang diisi oleh santri-santri asal Surabaya, Gresik, dan Madura, diberangkatkan sekitar pukul 15.00. 

Rombongan yang memberangkatkan dua bus ukuran besar tersebut, akan berhenti di beberapa titik. Di Surabaya, santri akan diturunkan di satu titik penjemputan, di area parkir makam Sunan Ampel. Sedang di Madura, ada dua titik penjemputan. Satu di pertigaan setelah jembatan Suramadu dan satu lagi di terminal Sampang. 

Ada beberapa perubahan pada jadwal pemulangan ini. Perubahan tersebut dikarenakan adanya banyak titik penjemputan yang kondisional. Artinya titik penjemputan yang disesuaikan dengan domisili santri terdekat. Untuk itu, pengurus memohon ke pada wali santri untuk dapat memaklumi hal ini. 

Sedang rombongan kedua, diisi oleh santri-santri asal Pasuruan, Sidoarjo, Pandaan, Purwodadi, Purwosari, Probolinggo, dan Jember. Rombongan yang memberangkatkan santri-santri tersebut berangkat dari pondok pesantren di sore hari. 

Rombongan ini pertama kali akan menurunkan santri asal Pandaan di area Masjid Ceng Ho. Sedang untuk santri asal Sidoarjo akan diturunkan di dua titik penjemputan: di Porong/Tanggulangin dan di Pasar Baru Kedungrejo, Waru. Untuk santri selain dua daerah tersebut akan diturunkan di titik-titik kondisional. 

Rombongan terakhir, adalah pemberangkatan santri-santri asal Semarang dan sekitarnya serta Jakarta dan sekitarnya. Rombongan ini adalah yang berangkat paling akhir hari ini. Bus yang akan diberangkatkan ini akan berhenti di dua titik, di Semarang dan di Jakarta. Di Semarang bus berhenti di dekat pintu tol Gayam Sari. Sedang di Jakarta, bus berhenti di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur. Di kedua titik tersebut orang tua dapat menjemput putranya. 

Adanya tahap pemulangan santri bertujuan untuk menghindari keramaian yang berpotensi adanya penyebaran virus. Namun sampai saat ini, tidak satu pun santri Pondok Pesantren An-Nur II yang berstatus ODP (orang dalam pantauan) maupun PDP (pasien dalam pantauan), terlebih positif mengidap virus Carona.   

Sejak 24 Maret 2020, sebanyak 15 santri luar negri telah dipulangkan. Di tanggal 25, santri luar Pulau Jawa dipulangkan dengan pesawat. Sedang di tanggal 26 dan 27, difokuskan pada santri wilayah Bali dan Jawa di luar Malang. Sedang untuk santri daerah Malang, jadwal pemulangan tanggal 28 Maret untuk santri putri dan 29 Maret untuk santri putra. 

Pondok Pesantren memfasilitasi pemulangan santri di luar daerah Malang. Telah disediakan  beberapa bus dan mobil travel untuk mengantar santri ke asal daerah masing-masing. Tujuan adanya fasilitas ini untuk menjamin bahwa santri tidak sampai tertular virus tersebut di perjalanan pulang. 

Untuk menanggulangi kepadatan penjemput pada tanggal 28 dan 29, pondok pesantren telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Skema penjemputan juga telah disediakan, seperti jalur keluar dan masuk, batas jumlah kendaraan dll. Prosedur penjemputan juga telah ditentukan, seperti wajib bermasker dan kewajiban untuk mematuhi peraturan yang ada. 

(Mediatech An-Nur II) 

Baca juga  An-Nur II dalam Sekotak Kaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: