Islam: Agama yang Menjunjung Kebaikan Sosial

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nur: 27)

****

annur2.net – Islam merupakan agama yang penuh dengan aturan. Tapi aturan yang penuh kasih dan menjaga martabat umatnya.

Ajaran Islam tidak hanya tentang ibadah, tapi juga hubungan antar sesama umat. Mengajrakan kepekaan hati – bagaimana kita menghargai dan menghormati orang lain dalam kehidupan.

Salah satu contoh dari syariat tentang kehidupan adalah adab bertamu dan dalam teladan kehidupan sehari-hari Siti Aisyah r.a., wanita mulia yang menjaga rasa dan kehormatan dengan luar biasa.

Di antara istri-istri Nabi Muhammad saw., yang dikenal adalah Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Umat muslim mengenalnya dengan wanita yang paling cerdas dan berakhlak mulia.

Kesabaran Ummul Mukminin

Sebagian dari kisah akhlak mulia Siti Aisyah adalah kesabaran dalam menghadapi Haditsu al-ifki (kabar bohong perselingkuhan dengan Sofyan). 

Selama priode sebelum turun ayat Al-Qur’an mengenai pembersihan namanya, beliau tetap tenang dan bertawakal kepada Allah. Hingga akhirnya Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad, suami Siti Aisyah berupa surah An-Nur ayat 11-20.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.” (QS. An-Nur:11)

Ayat ini membenarkan kabar yang sebenarnya dari Haditsu Al-Ifki. Bahwasannya dengan beredarnya hoaks tersebut akan menambah kebaikan pada diri korban. Bagi yang menyebarkan akan mendapat dosa dan yang mengambil keuntungan dari itu mendapat azab yang pedih.

Islam Tidak Hanya Menjaga Ummul Mukminin

Jika Allah menurunkan satu ayat yang langsung membersihkan nama baik Siti Aisyah, untuk menjaga martabatnya. Dia juga menurunkan beberapa ayat untuk menjaga privasi seluruh Umat muslim.

Di antaranya ayat yang tertera di pembukaan tulisan – QS. An-Nur: 27. Ayat tersebut mengatur orang yang ingin bertamu ke rumah orang lain.

Pertama-tama, tamu tidak boleh berada di depan pintu ataupun jendela rumah. tamu harus mengucapkan salam sebelum meminta izin masuk. Seorang tamu dianjurkan salam dua kali dan ketiga menyampaikan izin masuk.

Salam pertama sebagai pemberitahuan ke pemilik rumah. Salam kedua agar pemilik rumah bersiap-siap dahulu sebelum menjamu tamu. Ketika sudah siap barulah tamu meminta izin untuk masuk.

فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Artinya: “Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nur: 28)

Seandainya pemilik menolak, maka jangan memaksa masuk. Apabila dalam rumah tersebut tidak ada pemiliknya, maka tamu dilarang memasukinya bila tidak ada izin. Ini lebih baik bagi tamu karena Allah mengetahui isi setiap hati hamba-Nya.

وجاء عن عبد الله بن بسر:كان رسول الله ﷺ إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء وجهه، ولكن من ركنه الأيمن أو الأيسر، ويقول: )السلام عليكم السلام عليكم).

Artinya: “Apabila Rasulullah ﷺ datang ke rumah suatu kaum, beliau tidak berdiri tepat di depan pintu, tetapi dari sisi kanan atau kiri, lalu beliau mengucapkan: ‘Assalāmu ‘alaikum, assalāmu ‘alaikum.’”

Langkah-langkah bertamu dalam Islam ini untuk menjaga privasi pemilik rumah. Agar dia tetap merasa aman meski ada orang lain yang bertamu.

Beginilah dua contoh kehidupan dari umat muslim yang sesuai dengan adab-adab di syariat Islam. Hidup bersama akan terasa tentram dan damai hingga kehidupan kekal di akhirat sesuai janji kebaikan dari Allah Swt.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II