[polor_menu]
[polor_menu]

In Memoriam Kiai Dam

In Memoriam Kiai Dam

Sekitar pukul 08.45 Selasa pagi, 13 September 2022, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” mendapat kabar bahwa KH. Bafadal Ahmad Damhuji wafat. Seketika seseorang membaca bacaan tahlil di Masjid An-Nur II dan terdengar ke seluruh area pondok pesantren. Hal tersebut membuat para santri terkejut. Terutama para guru di sekolah memberitahukan kabar tersebut kepada murid-muridnya.

Kurang lebih jam 11.00, seorang santri kembali melantunkan bacaan surah Al-Ikhlas di Masjid An-Nur II sambil menunggu kedatangan jenazah KH. Damhuji. Bersamaan dengan itu, santri-santri SMA, ustaz-ustaz, guru sekolah, bahkan alumni berkumpul di Masjid untuk menunggu dan menyalati Beliau, sesuai dengan protokol yang ada.

Pukul 12.30, jenazah beliau sampai di Masjid An-Nur II bersama mobil ambulans Rumah Sakit Wafa Husada. Ketika itu juga, alunan surah Al-Ikhlas berhenti dan berganti bacaan kalimat tauhid. Setelah itu, lantunan berlanjut ke bacaan tasbih dan selawat.

Setelah selesai membaca selawat, Kiai Fathul Bari langsung mengambil tempat menjadi imam dan takbirah al-ikram salat jenazah untuk KH. Damhuji. Seluruh jemaah yang telah berada di area masjid juga ikut. Para hadirin sangat khusyuk melakukan salat. Tak lama, salat jenazah pun selesai. Kiai Syamsul Arifin mendapat mandat untuk memimpin pembacaan doa untuk Kiai Dam.

Sanjungan Penghormatan untuk Kiai Dam

Usai pelaksanaan salat jenazah, Gus Umar, putra KH. Ahmad Qusyairi Anwar, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 3 “Murah Banyu”, memberikan sambutan. Beliau menjelaskan betapa luar biasanya KH. Bafadal Ahmad Damhuji. “Beliau berjuang dengan seluruh tenaga untuk menghidupkan agama Allah,” ucap Gus Umar.

Beliau juga mengatakan, “Beliau, KH. Damhuji, nderekaken kaliyan Kiai Badruddin sejak dulu untuk membesarkan Pondok An-Nur II. Beliau juga ikut membesarkan pondok Abah saya, Pondok An-Nur 3,” tambah beliau. Faktanya, KH. Damhuji menemani Kiai Badruddin merintis dan mengembangkan Pondok An-Nur II dan ikut Kiai Qusyairi mendirikan Pondok An-Nur 3.

Selain itu, beliau juga menyatakan bahwa Kiai Damhuji itu orang salih dan seorang ulama dengan jalan bertanya kepada para jemaah. “Beliau, Kiai Damhuji, beliau tiyang saleh? Beliau seorang ulama?” Tanya beliau sampai tiga kali. Mendangar ucapan tersebut, para jemaah menjawab “nggeh (iya)”.

Setelah sambutan dari Gus Umar, seorang santri melatunkan kalimat tauhid kembali. Ambulans membawa jenazah Kiai Damhuji keluar area pondok pesantren, sebab prosesi pemakaman akan berlangsung di makam keluarga Pondok Pesantren At-Taufiqiyah, di belakang SMK Plus At-Taufiqiyah, Bulupayung, Krebet, Bululawang, Malang.

Kiai Damhuji, Teladan Seribu Peran

KH. Bafadal Ahmad Damhuji merupakan sahabat KH. Badruddin Anwar saat masih di Sidogiri. Di An-Nur II, Beliau menjadi Kepala Madin (Madrasah Diniah) Pondok Pesantren An-Nur II. Latar belakangnya, dulu, Kiai Badruddin meminta bantuan kepada Kiai Damhuji untuk mengurus Pondok An-Nur II dalam bidang pendidikan.

“Kiai Bad memang meminta tolong pada beliau, Kiai Dam, untuk membantu Pondok An-Nur II ini dalam bidang pendidikan diniahnya,” ungkap Ustaz Faizuddin, Kepala Madin Pondok Putra An-Nur II.

Selain menjadi Kepala Madin, “Beliau sebagai guru besar, muallim bagi santri untuk pengajian kitab Minhaj Al-`Abidin, Hidayah Al-Bidayah ketika Ahad Legi, beliau juga pembimbing dari para pengurus,” ucap Ustaz Faiz. Bahkan Kiai Damhuji juga masih mengajar ketab-kitab dan jenjang lainnya.

Ustaz Faiz mengatakan juga bahwa peran dan jasa beliau sangat banyak. Saking banyaknya, Ustaz Faiz tidak bisa menyebutkannya secara detail.

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex