Kantor Baru, IKSAN Siap Berkontribusi Lebih Baik

Keheningan malam berubah, berganti gelak tawa yang bersahut-sahutan semenjak puluhan alumni mulai memadati halaman perkantoran baru Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata) yang terletak di sebelah utara lapangan parkir pondok pesantren.

Bagi para alumni, kegiatan ini juga menjadi semacam nostalgia mereka saat berada di pondok pesantren. Puluhan alumni tersebut hadir untuk mengikuti tasyakuran perkantoran tersebut yang juga menjadi markas dari Ikatan Santri & Alumni An-Nur II (IKSAN) berdampingan dengan kantor kemanan dan kantor madrasah diniyah, Rabu (18/05).

“Selama ini kegiatan IKSAN terpusat di kantor pusat pondok pesantren. Sehingga menjadi kurang efektif, mengingat banyaknya kegiatan yang juga dipusatkan di sana. Dengan adanya kantor tersendiri, hal ini memudahkan kami untuk berkoordinasi, dan bertukar informasi”, ujar Nur Kholis selaku Ketua 1 IKSAN.

Tuturnya, sebelum ia mendapati kantor baru ini. Para alumni merasa bingung saat terdapat kegiatan di dalam pondok pesantren. Mau njujuk ke mana, karena belum ada ruang khusus untuk mereka, terlebih mereka adalah para alumni sepuh yang sudah tidak ada lagi kawan seangkatannya yang masih menetap di pondok pesantren.

Hal tersebut juga diungkapkan Pengasuh Pesantren Wisata ini, Dr KH Fathul Bari, M. Ag. dalam sambutannya, “Sebagian alumni merasa bingung jika ada kegiatan di pondok, mau ke mana. Selain sebagai kantor, ruang kantor ini juga difungsikan sebagai tempat para alumni kalau datang ke pondok. Agar tidak bingung-bingung, langsung saja ke sini”, ujarnya.   Harapan beliau, dengan adanya kantor ini, para alumni harus lebih berkontribusi terhadap pondok pesantren, kegiatan-kegiatan pondok pesantren, Ahad Legi, Zaadil Ma’ad, dll.

*Pesantren Besar karena Peran Alumni Menurut Kiai Fathul, pesantren besar karena peran alumninya. Beliau mencontohkan, “Berkat peran para alumni, jama’ah Pasar Waqi’ah meningkat. Bahkan ada salah satu alumni asal Sobowono-Dampit yang turut mengajak jama’ahnya sebanyak satu bis”, ujarnya.   Beliau berharap agar hal seperti itu dapat ditiru para alumni yang lain. Mengajak para keluarga, tetangga, dan juga jama’ahnya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang diwariskan oleh Almghfurlah KH M Badruddin Anwar, termasuk Waqi’ah Ramadhan yang sebulan lagi akan dilangsungkan.

 

Hal tersebut langsung direspons oleh pihak IKSAN dengan evaluasi kinerja Korcam IKSAN. Badan Pengurus Harian IKSAN menegaskan agar Korcam yang belum membentuk Kordes IKSAN, agar segera membentuk.  “Korcam dan Kordes harus menjadi sumber informasi pondok pesantren bagi alumni dan juga masyarakat. Mulai info pendaftaran, jadwal kegiatan pesantren harus ada di sana”, ujar Kiai Fathul Bari.   Terang  beliau, pondok pesantren memiliki kegiatan ziarah rasul yang dilakukakan 3 kali setahun. Namun, ada sebagian alumni yang tidak mengetahui informasi, kapan pemberangkatanya, biayanya. Maka dari itu pengoptimalan Korcam dan Kordes harus dilakukan. KH Fathul Bari juga menginformasikan “Gerakan Share  Foto” yang sudah berjalan beberapa hari. “Ada beberapa orang yang tertarik setelah melihat foto-foto kegiatan pesantren, lingkungan, keadaan pesantren. Gerakan share foto harus diteruskan, agar semakin banyak orang yang tertarik. Sehingga kemanfaatan lebih besar didapatkan. Khoirunnas anfa’uhum linnas”.  

Pewarta : Robby Bagus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: