IKSAN PASANG (Pakis, Singosari, Lawang)

silaturahmi, IKSAN PASANG (Pakis, Singosari, Lawang), Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

Kamis pagi, 22 Februari 2021 Makam Kiai Bashori Alwi dipenuhi oleh rombongan peziarah. kala itu, alumni, wali santri dan keluarga ndalem Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata) lah yang memenuhi makam tersebut.

Sebelum mereka berziarah ke sana, mereka menyempatkan untuk sowan kepada Kiai Lutfhi Bashori, putra Al-Marhum Kiai Bashori Alwi. Setelah berziarah dan sowan, mereka mengadakan acara silaturahmi dengan IKSAN (Ikatan Santri Almuni An-Nur) di Kebun Teh yang terletak di Wonosari Lawang, Malang.

Acara tersebut dihadiri tak kurang dari seratus orang. karena acara tersebut diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19, mereka berusaha menggalakkan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker.

Acara tersebut dimulai pada pukul 14:10 WIB yang di awali dengan pembacaaan istighatsah oleh Kiai Husni Mubarok. Setelah itu, Pak Lutfhi, selaku ketua panitia acara tersebut memberikan sambutannya. Disusul oleh sambutan perwakilan IKSAN PASANG (Pakis, Singosari, Lawang), sambutan dari wali santri, sambutan dari tuan rumah, Bapak Sutik, salah satu wali santri sekaligus karyawan di kebun teh tersebut. dan yang terakhir adalah sambutan dari keluarga ndalem yang disampaikan oleh Kiai Zainddin Badruddin, S. Pd. I.

Dalam sambutannya beliau berkata bahwa pondok pesantren adalah model pendidikan terbaik, “Apalagi di kala pandemi,” tutur beliau di hadapan para alumni. Selain itu beliau mengatakan bahwasanya Pondok Pesantren An-Nur II terus berbenah dalam bidang pendidikan dengan memulai program tahfiz dan ma`had aly. di akhir sambutannya beliau berkata, “Gedene pondok iku yo tergantung alumni pisan (pondok menjadi besar juga tergantung pada alumni pula).”

Setelah sambutan dari Kiai Zainuddin usai, Dr. KH. Fathul Bari, S. S., M. Ag., Pengasuh Pondok An-Nur II memberikan tausiah kepada para alumni. Di awal tausiahnya beliau menjelaskan tentang tapak tilas penamaan “Pesantren Wisata”. “Nama ‘Pesantern Wisata’ itu bukanlah nama yang baru. Nama itu sudah ada sebelum Kiai Badruddin wafat,” tutur Kiai Fathul Bari

Dalam tausiahnya pula beliau mengingatkan para alumni dan wali santri untuk senantiasa membaca Surah Al-Waqiah, istighatsah, selawat, Asma` Al-Husna, tahlil, memperbanyak amal salih dan besedekah. “Sebaik-baiknya harta adalah harta yang dapat memenuhi kebutuhan,” pesan beliau, “Semoga kita diberikan rezeki yang cukup.” Salah satu putra dari Al-Maghfurlah Kiai Badruddin Anwar itu menyudahi tausiahnya.

Setelah tausiah dari Kiai Fathul usai mereka mengukuhkan pengurus IKSAN putra maupun putri. Pengukuhan pengurus pun rampung, Kiai Syamsul Arifin membacakan doa penutup. Sebelum acara berakhir pada jam 16:00 WIB alumni dan wali santru berfoto bersama keluarga ndalemi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: