Bapak Optik Sesungguhnya
Mungkin kalian belum pernah mendengar kitab yang satu ini. Kitab ini tidak terjual di toko langsung maupun toko online. Meski kalian sudah mencari ke toko manapun. Padahal kitab ini sudah ada lebih dari seribu tahun yang lalu.
Bahkan, Galileo Galilei, Johannes Kepler, Rene Descartes, dan Leonardo Da Vinci pernah meneliti kitab ini. Jika kalian ingin mengetahuinya, silakan kalian membaca bacaan ini sampai akhir.
Al-Manazir atau “Kitab Optik” yaitu kitab karangan oleh Ibnu al-Haitham (965-1040 M). Beliau berjulukan Al-Hazen dalam bahasa Latin dan diberi nama The Book of Optics. Kitab ini membahas tentang sains dalam bidang optik. Tanpa adanya kitab ini, tidak akan ada yang namanya kamera.
Pada awalnya, kita mengira bahwa “Bapak Optik” adalah Isaac Newton. Padahal “Bapak Optik” yang sebenarnya adalah Ibnu al-Haitham. Buktinya, Ibnu al-Haitham hidup sekitar 1000 tahun yang lalu. Sedangkan isaac Newton hidup sekitar 300 tahun yang lalu.
Eksperimen Bapak Optik
Temuan Ibnu al-Haitham yang sangat merevolusi pandangan sains di dunia adalah bagaimana cara kerja mata kita berfungsi. Beliau menjelaskan bahwa kita bisa melihat karena cahaya dari pantulan objek masuk ke mata kita. Jadi kita bisa melihat dalam keadaan terang, bukan kegelapan. Bahkan beliau juga memetakan bagian-bagian mata, mulai dari kornea, pupil, iris, dan lain-lain.
Beliau membuktikannya dengan melakukan eksperimen. Saat itu, beliau sedang berada di penjara karena Raja Mesir menganggap usahanya sebagai kegagalan. Ketika itu, beliau melihat cahaya di tembok dari lubang kecil ventilasi kayu.
Cahaya itu menghasilkan bayangan objek yang terbalik. Lalu beliau menyediakan lilin, kotak, dan kain. Kotak itu diberi lubang kecil di satu sisi dan lubang besar di sisi lain. Lalu lubang besar di tutup dengan kain. Lubang kecil dihadapkan ke lilin. Hasilnya, Bayangan lilin di kain itu terbalik. Eksperimen ini disebut dengan Camera Obscura.
Beliau juga menyebutkan bahwa cahaya memancar dalam lintasan lurus. Beliau juga mengetahui hal-hal tentang cahaya seperti sifat-sifat cahaya. Sehingga hal tersebut menjadi landasan penemuan-penemuan yang berhubungan dengan cahaya. Selain itu, dalam mata pelajaran IPA tentang ilmu optik, mulai dari cahaya, cermin dan lensa, semuanya berasal dari kitab karangan Ibnu al-Haitham.
Ibnu al-Haitham tidak hanya mengarang kitab ini. Beliau mengarang lebih dari 200 kitab, mulai dari bidang matematika, astronomi dan engineering. Sayangnya banyak kitab beliau yang hilang. Dari usaha beliau ini menunjukkan bahwa Islam memiliki peran penting dalam kemajuan peradaban dunia dalam ilmu pengetahuan.
(Mahendra Riki Nur Cahyo/Mediatech)

Comment (1)
[…] Utama: “Kitab al-Manazir” (Book of […]