Hikmah Iduladha 1446 H Bertepatan pada Hari Jumat

annur2.net – Iduladha 1446 H bertepatan pada hari Jumat, 6 Juni 2025. Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” menggelar salat Iduladha berjemaah di area Masjid An-Nur II. Seluruh lapangan, area raudlah Al-Maghfurlah KH. Muhammad Badruddin Anwar, jalan di depan kantor pusat bahkan penuh dengan para santri, beberapa wali santri, dan warga sekitar pondok.

Khutbah Iduladha kali ini diisi oleh Habib Muhammad bin Husein Ba’bud, khodim Majelis Al-Ajwah Malang. Selain itu, beberapa anggota keluarga Habib Abu Bakar Mauladawilah dari Malang turut salat Iduladha di An-Nur II. Bukan kebetulan. Alasan Habib Abu Bakar Mauladawilah salat di An-Nur II atas perintah dari Kiai Badruddin Anwar dulu. 

“Memang saya dari zamannya Almarhum Al-Maghfurlah Kiai Rama Badruddin juga diminta untuk salat di sini, dan setiap tahunnya Kiai Bad selalu datang ke rumah untuk minta khatib.” Begitulah keterangan Habib Abu Bakar Mauladwilah. 

Kiai Badruddin ingin pengisi khutbah salat Id dari kalangan habib. “Dulu zamannya Rama Kiai Bad malah Idulfitri dan Iduladha.” Lanjut beliau. Namun keluarga beliau hanya menjadi khatib pada hari Iduladha setelah sepeninggalnya Kiai Badruddin Anwar. 

Usai pelaksanaa salat dan pembacaan khutbah, para santri menghadap ke raudlah KH. Muhammad Badruddin Anwar. Begitupun Habib Abu Bakar Mauladawilah beserta keluarga putra beliau, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., dan Kiai Syamsul Arifin, M.Pd.I., berkumpul di sana. 

Pembacaan doa ziarah kubur oleh Habib Abu Bakar Mauladawilah. Setelah itu, pembacaan tawasul oleh Kiai Fathul Bari. Kemudian pembacaan surah Yasin dan tahlil oleh Kiai Syamsul Arifin. Terakhir doa penutup oleh Habib Abu Bakar. 

Syiar Iduladha dan Hari Jumat 

Iduladha yang bertepatan pada hari Jumat menjadi hal istimewa. Iduladha dan Jumat merupakan hari raya. Terlebih lagi, Jumat mendapat julukan sayyid al-ayyam (pemimpin para hari) yang merupakan hari terbaik. Sedangkan Iduladha disebut juga Idulakbar, hari raya besar. 

“Hari Raya Besar jatuh pada hari yang terbaik, sayyidul ayyam. Tentu itu keberkahannya akan bertambah besar dengan bergabungnya dua hari tersebut.” Tutur Kiai Fathul Bari. 

Selain itu, dua hari ini memiliki keistimewaan dalam syiar Islam. Syiar pada hari Jumat ialah salat Jumat dan Iduladha yaitu salat Iduladha. Kiai Fathul Bari menjelaskan, “Sama-sama syiar tentang kebesaran agama Islam.”

Oleh karena itu, dalam satu balad (daerah) hanya ada satu masjid pelaksana salat Jumat. Anjuran saat Iduladha juga berkumpul menjadi satu untuk salat Iduladha. Ini adalah bentuk syiar. “Hanya terpusat di satu daerah tertentu.” Jelas Kiai Fathul Bari. 

Dua Salat Hari Raya dalam Satu Hari

Lokasi masjid pada zaman Nabi Muhammad saw., berjauhan. Sedangkan jemaah yang akan datang berasal dari banyak tempat termasuk pedalaman. Tentu akan membutuhkan waktu lama untuk orang yang rumahnya jauh dari masjid, apalagi ketika salat Id bertepatan pada hari Jumat. 

“Sehingga kata Kanjeng Nabi kalau hari raya bertepatan dengan hari Jumat, maka cukup melaksanakan salat Iduladha atau salat Idnya.” Ucap Kiai Fathul Bari. Syaratnya sekiranya orang yang datang untuk salat Id pada pagi hari kemudian pulang lalu kembali ke masjid lagi untuk salat Jumat tidak memiliki waktu cukup.

Namun sekarang sudah berbeda. Saat ini banyak masjid yang berdekatan. Kiai Fathul Bari menerangkan dengan lengkap, “Tapi kalau sekarang, masjidnya cedek-cedek, rumahnya dekat-dekat, maka tidak ada kesulitan untuk mendatangi salat Id sekaligus mendatangi salat Jumat.” “Tidak ada alasan untuk tidak salat Jumat karena di mana-mana ada masjid, kan? Dekat.” Tambah Habib Abu Bakar Mauladawilah. 

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU