Terbaru
annur2.net

HAMBA AMATIRAN

By on 27 September, 2016 0 45 Views

HAMBA AMATIRAN
*HIKAM ZAIN*
Jika anda belum kuat dicaci berarti anda adalah Hamba amatiran.

Sebuah jargon yang menarik, mengkritik sekaligus membangun.
Di pondok pesantrem _Stand Up Comedy_  adalah hal yang biasa berlaku. Disamping mereka Muthola’ah juga wirid yang begitu banyak, mereka selingi dengan canda tawa atau guyon yang sangat heboh. Mulai dari mengerjai anak-anak baru sampai anak yang biasanya terlihat _ganteng amat_.

Berbagai hal _unik_ dipesantren mengajarkan kepada kita, bahwa hidup jangan lemah hanya dicaci.

*Dipuji tidak tinggi hati, dicaci tidak menaruh dengki.* Karena pada hakikatnya cacian itu adalah sebuah cambuk untuk menampar kita agar jauh lebih maju, dan menjadi lebih hebat.

Dari berbagai dunia yang saya geluti, dunia pesantren adalah dunia paling unik, dunia paling _greget_, dan dunia paling baik untuk menimba ilmu dan menempa diri.
Didunia pesantren, biasanya yang gak kuat *gojlokan* akan mudah keluar atau biasa disebut dengan boyong. Memang kadang gojlokan yang terlalu malah membawa mudhorot, semisal berantem saling tidak sapa hingga berujung balas dendam di luar pondok. Dunia pesantren memang dunia yang beragam, karena umumnya dipesantren santri-santri dari berbagai macam wilayah dari sabang sampai merauke dan sangat lengkap dari yang berwatak lemah lembut sampai yang berwatak kasar. Dipesantren kami, AnNur 2 Bululawang Malang, jumlah santrinya 6000 dengan berbagai macam warna maka santri dituntut *pinter-pinteran nggowo awak*  begitu kata Kyai-kyai sepuh. Guru kami Qutbu Hadza Zaman As Syekh Habib Umar bin Hafidz memberikan wejangan;
فيمن يسبكم فيمن يتكلم عليكم ، كيف تتعامل معهم كيف ترحمونهم وهم احق برحمة
Bagaimana engkau menyikapai orang yang mencacimu, orang yang merendahkanmu, padahal mereka adalah orang yang paling berhak engkau kasih dan sayangi.

SubhanaAllah……
Maka tidak jarang anak-anak pesantren yang bisa _membawa diri_ mereka justru menjadi orang-orang besar dimasyarakatnya.  Baginya adalah ; *dipuji tidak tinggi hati, dicaci tidak menaruh dengki.* Oleh Karenanya jangan pernah  kapok _Mondok_ tandanya kapok _Mondok_ adalah tidak memondok-kan anaknya dipesantren. Begitu dawuh Allohu Yarham Romo Kyai Faqih Langitan.
Semoga anak-anak kita diberikan ilmu yang manfaat. Dan terlebih kita bisa menyikapi hidup dengan sewajarnya.  *Ora Usah Nggumunan* dawuh Kyai Mustofa Bisri Rembang Jawatengah.
Salam Takdzim

Ahmad Zain Bad.

AnNur II Bululawang Malang.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: